Kemenkes Turunkan Tim Dampingi Psikis Korban Terdampak Insiden Pembacokan di UIN
GH News March 01, 2026 06:11 AM
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menurunkan tim pendampingan psikis terkait insiden pembacokan mahasiswa di lingkungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarief Kasim (UIN Suska) Pekanbaru, Riau. Kemenkes memastikan tim terkait akan mendampingi korban, saksi, hingga komunitas kampus yang terdampak secara psikologis.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, dr Imran Pambudi, menegaskan pendampingan psikis menjadi bagian penting dalam penanganan kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.

"Pendampingan psikososial akan kami lakukan melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dinas kesehatan daerah dan layanan kampus," ujar Imran kepada detikcom, Sabtu (28/2/2026)

Turunkan Tim Respons Krisis

Imran menjelaskan, langkah operasional yang disiapkan meliputi mobilisasi tim respons krisis dari Dinas Kesehatan setempat serta layanan rujukan kesehatan jiwa untuk melakukan intervensi awal di lokasi.

Tim ini nantinya akan memberikan layanan konseling jangka pendek bagi korban dan saksi yang mengalami trauma. Bila ditemukan indikasi gangguan psikologis lebih lanjut, korban maupun saksi akan dirujuk ke psikiater untuk penanganan lanjutan.

Tak hanya itu, kapasitas tenaga konseling kampus juga akan diperkuat. Mereka akan mendapatkan pelatihan terkait manajemen trauma, sistem dokumentasi kasus, hingga mekanisme rujukan agar penanganan bisa berjalan cepat dan tepat.

Kemenkes juga memastikan koordinasi dilakukan bersama pihak kampus dan aparat penegak hukum. Tujuannya untuk menjamin keselamatan korban sekaligus menjaga kerahasiaan serta hak-hak pasien.

Menurut Imran, pendampingan tidak hanya berfokus pada korban langsung, tetapi juga saksi dan mahasiswa lain yang terdampak secara emosional akibat kejadian tersebut.

"Upaya ini penting agar dampak psikologis tidak berkepanjangan dan tidak memicu masalah lanjutan," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.