AS-Israel Serang Iran Ancam Stabilitas Kawasan, TB Hasanuddin Minta Pemerintah RI Bersikap Tegas
Dewi Agustina March 01, 2026 07:38 AM


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menilai serangan militer Israel ke Iran berpotensi menimbulkan dampak serius, baik dari sisi geopolitik kawasan maupun dampak ekonomi global, termasuk bagi Indonesia. 

Menurut TB Hasanuddin, serangan terbuka ini akan semakin memanaskan situasi di Timur Tengah dan berpotensi memundurkan upaya meredakan ketegangan di Gaza oleh BoP. 

Baca juga: Free Palestine Network: Serangan AS-Israel terhadap Iran Langgar Hukum Internasional

Israel sebagai aliansi Amerika Serikat di kawasan juga memunculkan pertanyaan besar terkait arah dan kepentingan geopolitik yang lebih luas.

"Serangan terbuka Israel dan kemudian disusul pernyataan Presiden Donald Trump yang menyatakan AS bergabung dalam operasi militer baru-baru ini memunculkan sebuah pandangan bahwa ada kepentingan yang sangat besar untuk penguasaan Iran secara de facto oleh Israel dan sekutunya Amerika Serikat," kata TB Hasanuddin, kepada wartawan, Minggu (1/3/2026).

 

 

"Situasi ini tentu akan berdampak pada stabilitas kawasan termasuk juga negara-negara di kawasan lain tentunya memantau situasi di Iran dalam suasana was-was yang berpotensi kontraproduktif," tambahnya. 

TB Hasanuddin juga menegaskan, dari peristiwa serangan Israel ke Iran ini, sulit untuk meyakini adanya niat tulus untuk mendamaikan Palestina.

"Dari kejadian ini, kita harus menyimpulkan bahwa tidak mungkin Donald Trump dan Benjamin Netanyahu memiliki niat sungguh-sungguh untuk mendamaikan Palestina. Fakta di lapangan justru menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meluas," ucapnya.

TB Hasanuddin menambahkan, kondisi tersebut membuat publik semakin meragukan misi perdamaian yang diklaim melalui BoP.

"Kita menjadi semakin tidak percaya bahwa BoP benar-benar memiliki misi tulus untuk perdamaian, jika yang terjadi justru perluasan konflik dan serangan militer ke negara lain," katanya.

Selain dampak geopolitik, ia juga menyoroti potensi gangguan terhadap stabilitas ekonomi global, khususnya di sektor energi. 

Dua pekan lalu, Iran sempat menggertak dengan menutup Selat Hormuz jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia meski hanya berlangsung beberapa jam.

"Bukan tidak mungkin Iran akan kembali menutup Selat Hormuz atau wilayah tersebut menjadi kawasan konflik bersenjata. Jika itu terjadi, harga minyak dunia bisa melonjak tajam. Ini akan berdampak serius bagi Indonesia yang masih mengimpor minyak," ucapnya.

Terkait hal tersebut, TB Hasanuddin meminta Pemerintah Indonesia segera menentukan sikap yang jelas, tegas, dan lugas terhadap invasi Israel bersama-sama Amerika Serikat ke Iran, sesuai amanat konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan dan mendukung perdamaian dunia.

"Presiden atau Menteri Luar Negeri harus segera menyampaikan posisi resmi Indonesia. Apalagi pemerintah kita sudah berpartisipasi jauh dalam isu Timur Tengah melalui partisipasi BoP."

"Sudah saatnya aktivisme diplomasi kita yang aktif beberapa bulan terakhir ini menunjukkan hasil apakah benar kita dipandang dan memiliki posisi strategis secara global, atau masih jauh panggang dari api," tandasnya.

Israel Klaim Presiden Iran Tewas

Diketahui, Israel melancarkan serangan udara terhadap wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat.

Dua suara ledakan dilaporkan terdengar di area Teheran, ibu kota Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.

Israel menyatakan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Informasi tersebut disampaikan oleh sumber-sumber Israel.

"Pemimpin tertinggi Iran tewas dalam serangan pada hari Sabtu," kata sumber Israel.

Salah satu sumber mengatakan Israel telah memperoleh foto jenazah Ayatollah Ali Khamenei. Sumber kedua mengatakan pengumuman resmi sedang disiapkan.

Sebelumnya pada malam hari, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan ada banyak tanda bahwa Khamenei "tidak lagi bersama kita."

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa presiden dan Pemimpin Tertinggi Iran "aman dan sehat." 

Tetapi Khamenei belum terlihat di depan umum atau dalam video sejak serangan dimulai.

Serangan tersebut memicu gelombang serangan balasan yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh Iran.

Kabar tewasnya Ayatollah Ali Khamenei tak lama setelah Iran mengklaim para pemimpinnya "aman dan sehat."

Presiden AS Donald Trump telah mengindikasikan operasi militer yang sedang berlangsung bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Teheran. Lebih dari 200 orang telah tewas di Iran, menurut media pemerintah.

Iran kemudian melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS, Israel, dan target lainnya di seluruh Timur Tengah, mengguncang daerah padat penduduk dan mengganggu perjalanan udara serta pengiriman minyak.

Militer AS melaporkan tidak ada korban jiwa Amerika yang terkait dengan pertempuran. 

Tim kontraterorisme FBI dalam keadaan siaga tinggi, dan Departemen Luar Negeri menyarankan warga AS di seluruh dunia untuk "meningkatkan kewaspadaan."

Uni Emirat Arab menyebut konflik tersebut sebagai "momen bersejarah" di Timur Tengah, dengan mengatakan para pemimpin dunia telah gagal memastikan stabilitas kawasan tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.