TRIBUNTRENDS.COM - Nama Sarifah Suraidah Abidien Harum belakangan mencuat dan menjadi bahan perbincangan luas di ruang publik. Bukan semata karena statusnya sebagai istri Rudy Masud, Gubernur Kalimantan Timur, tetapi juga lantaran gaya penampilannya yang mencolok serta laporan harta kekayaannya yang fantastis.
Di tengah riuh sorotan terhadap kebijakan sang gubernur khususnya polemik pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar perhatian publik ikut tertuju pada sosok Sarifah, figur yang dinilai tak sekadar berdiri di balik layar kekuasaan.
Sarifah dikenal aktif membagikan aktivitasnya melalui akun Instagram pribadi.
Dalam berbagai unggahan, ia kerap tampil mengenakan gaun panjang bermotif bunga, dipadukan dengan perhiasan mencolok serta topi lebar yang memberi kesan klasik dan glamor.
Baca juga: Selain Istri Gubernur Kaltim, Sarifah Suraidah Ternyata Juga Anggota DPR, Dulu Lulusan SMK
Penampilan tersebut membuat sebagian warganet menyamakan gayanya dengan bangsawan Eropa atau perempuan Belanda tempo dulu.
Gaya busana yang unik dan berani itu pun menempatkan Sarifah sebagai figur publik yang tak pernah luput dari sorotan media sosial.
Namun, perhatian publik tidak berhenti pada penampilan semata.
Sebagai pejabat negara, Sarifah tercatat melaporkan harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan data per 22 Maret 2025 untuk periode pelaporan 2024, total kekayaan bersih Sarifah mencapai Rp 166.519.280.429.
1. Tanah dan Bangunan – Rp 26,5 miliar
Terdiri dari lima aset properti yang tersebar di Jakarta Selatan, Samarinda, serta Penajam Paser Utara. Aset terbesar berupa tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dengan nilai mencapai Rp 15 miliar.
2. Alat Transportasi – Rp 250 juta
Tercatat memiliki tiga unit kendaraan, yakni Suzuki X-Over (2007), Honda Freed (2008), dan Honda CRV (2010).
3. Kas dan Setara Kas – Rp 28 miliar
4. Harta Lainnya – Rp 224 miliar
Di sisi lain, Sarifah juga melaporkan kewajiban berupa utang sebesar Rp 112,6 miliar. Setelah dikurangi utang, total kekayaan bersihnya berada di kisaran Rp 166,5 miliar.
Baca juga: Respons Sarifah Istri Gubernur Kaltim saat Busananya Dikritik, Posting Doa Lindungi dari Orang Iri
Lahir di Balikpapan pada 1 Januari 1981, Sarifah memiliki akar kuat di Kalimantan Timur. Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal sebagai pengusaha yang menjabat pimpinan PT Barokah Agro Perkasa selama hampir satu dekade, dari 2014 hingga 2023.
Karier politiknya mencapai titik penting ketika ia resmi dilantik sebagai Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Golkar. Sarifah maju dari daerah pemilihan Kalimantan Timur untuk menggantikan posisi sang suami yang memilih bertarung dalam kontestasi Pemilihan Gubernur.
Di internal partai, Sarifah juga memegang peran strategis sebagai Ketua Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kalimantan Timur.
Di luar aktivitas politik, Sarifah dikenal aktif dalam kegiatan sosial. Ia mendirikan komunitas Bestie Sarifah Suraidah (BSS) serta menginisiasi Harum Center Foundation, sebuah lembaga yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan kegiatan kemanusiaan di Kalimantan Timur.
Kiprah sosial ini menjadi sisi lain dari sosok Sarifah yang jarang terlihat di balik gemerlap sorotan gaya hidupnya.
Sorotan terhadap Sarifah semakin menguat seiring polemik yang menimpa suaminya, Gubernur Kaltim Rudy Masud. Polemik tersebut bermula dari anggaran pengadaan mobil dinas operasional gubernur di Jakarta dengan nilai fantastis mencapai Rp 8,5 miliar.
Rudy Masud secara terbuka menyatakan keberatannya jika harus menggunakan kendaraan kelas menengah.
"Jangan saya disuruh pakai Kijang. Jangan direndahkan masyarakat Kaltim ini seolah-olah miskin banget gitu loh," tegas Rudy saat menanggapi kritik, Selasa (24/2/2026).
Berdasarkan data sistem Inaproc Pemprov Kaltim, kendaraan yang diproses merupakan SUV hybrid mewah dengan mesin 2.996 cc bertenaga 434 HP, didukung motor listrik 140 kW.
Kebijakan ini memicu aksi protes ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Aliansi GERAM) pada Senin (23/2/2026).
Baca juga: Gaya Glamor Sarifah Istri Gubernur Kaltim saat Temui Warga di Tengah Polemik Mobil Dinas Rp8,5 M
Menanggapi kritik tersebut, Rudy Masud meminta publik tidak berprasangka buruk.
"Kami di Kalimantan Timur sampai hari ini. Belum ada mobil dinas dari Pemprov Kaltim untuk Kalimantan Timur yang ada di Jakarta," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengadaan kendaraan tersebut masih berada dalam koridor hukum, merujuk pada Permendagri Nomor 7 Tahun 2006.
Rudy juga menekankan posisi strategis Kalimantan Timur sebagai beranda utama Indonesia seiring hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Ingat, Kalimantan Timur ini etalase Indonesia. Hari ini mobil Pemprov Kaltim tidak ada mobilnya di sini yang ada cuma di Jakarta, kalau di Jakarta disesuaikan dong," jelasnya.
Sorotan terhadap Sarifah Suraidah Abidien Harum menunjukkan bagaimana figur pendamping kepala daerah kini tak lagi berada di balik layar.
Gaya hidup, laporan kekayaan, hingga aktivitas politik dan sosialnya ikut membentuk persepsi publik terhadap kekuasaan.
Di tengah polemik anggaran dan tuntutan transparansi, nama Sarifah menjadi simbol bagaimana citra, kekuasaan, dan kepercayaan publik saling berkelindan dan terus diuji di ruang demokrasi.
***