Haddad Alwi Mengaku Menangis Sebelum Konser di Blok M, ini Penyebabnya
Dian Anditya Mutiara March 01, 2026 09:31 AM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Haddad Alwi sukses mengajak ratusan anak muda bersholawat dalam konser A Journey To Remember Volume 2 yang digelar di M Bloc Space, Sabtu (28/2/2026).

Konser tersebut menjadi ruang perenungan sekaligus perayaan musik religi yang hangat di bulan Ramadan.

Acara yang berlangsung di Live House Mbloc itu menjadi kelanjutan dari volume pertama yang digelar tahun lalu.

Haddad menghadirkan pertunjukan yang bukan sekadar konser, melainkan perjalanan spiritual penuh makna.

Ia membawakan lagu-lagu dari awal kariernya hingga karya terbaru dengan aransemen yang lebih segar dan kolaboratif.

Baca juga: Digagas Haddad Alwi, Gerakan Indonesia Serasi Ajak Masyarakat Cintai Perbedaan Lewat Lagu

Atmosfer hangat langsung terasa sejak awal lewat lagu-lagu dari album Cinta Rasul.

Dalam sesi jumpa pers, Haddad mengaku sempat diliputi rasa pilu menjelang konser.

“Sebelum H-1, hatinya kemarin enggak tahu kenapa ada rasa pilu di hatinya Abi. Abi enggak cerita ke istrinya Abi,” ucapnya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Namun perasaan itu berubah menjadi ketenangan saat hari pelaksanaan tiba.

“Bangun pagi tadi, setelah sahur, setelah salat subuh, mulai ada rasa lega gitu, rasa bahagia. Insyaallah apa yang kita lakukan ini kita tujukan buat Allah dan Rasulullah,” tuturnya.

Baca juga: Tantri Kotak Nyanyikan Lagu Religi Tanpa Band Kotak, Ajak Duet Ustaz Muna Almunawwarah untuk Syiar

Konser ini juga mempertemukan Haddad dengan sejumlah musisi lintas generasi seperti Danilla Riyadi, Is Pusakata, Novi Ayla, serta menghadirkan sentuhan tradisional dari Saung Angklung Udjo.

Tentang duetnya bersama Danilla di lagu Pengakuanku (terjemahan dari Al I'tiraf), Haddad mengaku tersentuh saat mendengar hasil rekaman.

“Abi menangis mendengar suaranya Danilla pada saat mengular-ular suaranya Abi waktu duet itu,” ungkapnya.

Sementara kolaborasinya dengan Is Pusakata melahirkan lagu baru berjudul Menghitung, yang lahir dari perbincangan reflektif tentang cinta dan rasa syukur.

Konser ditutup dengan penampilan bersama seluruh kolaborator lewat lagu Rindu Muhammadku, menegaskan bahwa karya-karya Haddad Alwi tetap relevan dan dicintai lintas generasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.