SRIPOKU.COM - Memasuki malam ke-12 bulan suci Ramadan, antusiasme umat Muslim dalam menjalankan ibadah salat tarawih diharapkan terus meningkat.
Selain sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, setiap malam di bulan Ramadan menyimpan keutamaan atau fadhilah yang berbeda-beda bagi mereka yang istiqamah menjalaninya.
Berdasarkan kitab Durratun Nasihin karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad asy-Syakir al-Khubawi, terdapat janji kemuliaan bagi hamba yang mendirikan salat tarawih di malam ke-12.
Baca juga: 11 Ramadan: Mengenang Amul Huzni, Hari Wafatnya Siti Khadijah di Pangkuan Rasulullah
Fadhilah Malam Ke-12
Keutamaan salat tarawih pada malam ke-12 berkaitan erat dengan kondisi hamba tersebut saat menghadapi hari kebangkitan kelak. Dalam kitab tersebut dijelaskan:
"Pada malam ke-12, orang yang melaksanakan salat tarawih akan datang pada hari kiamat kelak dengan wajah yang bersinar bagaikan bulan di malam purnama."
Janji ini menjadi motivasi spiritual yang luar biasa.
Wajah yang menyerupai bulan purnama melambangkan ketenangan, kemuliaan, dan terbebasnya seseorang dari kegelapan serta ketakutan di hari kiamat yang amat dahsyat.
Istiqamah hingga Akhir
Malam ke-12 menandai hampir berakhirnya fase kedua Ramadan (fase maghfirah atau ampunan).
Seringkali, pada fase ini jamaah masjid mulai menyusut.
Namun, dengan mengingat fadhilah "wajah bersinar" ini, diharapkan kaum Muslimin di Sumatera Selatan dan seluruh penjuru tanah air tetap teguh melangkahkan kaki ke masjid.
Salat tarawih sendiri hukumnya adalah sunnah muakkad, yakni sunnah yang sangat dianjurkan.
Meski bukan ibadah wajib, melewatkan keutamaan-keutamaan besar di setiap malamnya tentu menjadi kerugian bagi setiap mukmin.
Mari jadikan momentum malam ke-12 ini sebagai pemacu semangat untuk terus meraih rida Allah SWT, agar kelak kita digolongkan sebagai hamba yang datang dengan wajah bercahaya di hari perhitungan.***