TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Insiden ambrolnya atap ruang kelas di TK Netral D, Kemantren Gedongtengen, Kota Yogyakarta, pada Sabtu (28/2/26) pagi, mendapat sorotan dari kalangan legislatif.
Anggota DPRD Kota Yogyakarta, Ipung Purwandari, berujar selain faktor cuaca, kondisi bangunan yang sudah tidak layak, jadi penyebab insiden tersebut.
"Karena setelah kita lihat, ternyata kok sangat parah nggih, keadaan ruangan-ruangan ini sudah tidak layak lagi untuk ditempati anak-anak," terangnya.
Ia pun tak dapat membayangkan konsekuensi fatal jika musibah terjadi saat aktivitas belajar mengajar taman kanak-kanak swasta itu sedang berlangsung.
Beruntung, saat kejadian pada kisaran pukul 08.00 WIB, sekolah dalam kondisi kosong karena libur akhir pekan, sehingga korban jiwa praktis terhindarkan.
"Saya membayangkan ambruknya itu di jam belajar, bagaimana nasib anak-anak kita? Makanya, saya berharap yayasan segera turun tangan untuk menangani hal ini," tegasnya.
Politikus PDI Perjuangan yang juga memiliki pengalaman belasan tahun sebagai komite di sekolah tersebut, menyoroti lemahnya kontribusi dan pengawasan dari pihak yayasan.
Ia menilai, pengecekan berkala terhadap kekuatan bangunan seharusnya menjadi prosedur standar setiap tahunnya, namun kenyataan di lapangan berkata lain.
"Harusnya kan setiap tahun ada pengecekan sarpras nggih, sarana prasarana. Tapi, ketika sampai terjadi seperti ini, berarti (yayasan) tidak turun tangan, toh," ujarnya.
"Tidak ada pengecekan setiap tahun dari yayasan untuk memantau sarana dan prasarana yang ada di SD dan TK Netral D. Jadi harapan saya, ya bagaimana ini segera diatasi," pungkas Ipung.
Baca juga: Atap Kelas TK Netral D Roboh, Pemkot Yogya Pindahkan Kegiatan Belajar Mengajar ke SD Sosrowijayan
Sebelumnya, Kepala TK Netral D, Sri Suprihatin, menyebut hujan deras yang mengguyur secara rutin beberapa hari terakhir menjadi pemicu di tengah rapuhnya struktur penyangga atap.
Ia merinci, dari total 23 siswa yang menimba ilmu di taman kanak-kanak tersebut, sebanyak tujuh siswa menempati ruang kelas yang kini sudah tidak beratap itu.
"Kayunya sudah keropos, akhirnya hari ini 'bruk' gitu. Saya sendiri tidak di lokasi saat kejadian, yang mendengar (suara roboh) itu yang sedang jaga di sini. Untung pas hari Sabtu, tidak ada anak-anak," ujarnya.
Merespons kejadian tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, mengaku sudah menyiapkan langkah.
Ia menegaskan, prioritas utama saat ini adalah memastikan hak belajar siswa tidak terhenti, di mana per Senin (2/3/2026), aktivitas TK Netral D akan dievakuasi sementara waktu.
"Terpenting siswa harus dievakuasi dulu. Mulai besok Senin, karena ini darurat, siswa kita pindahkan ke SD Sosrowijayan. Di sana ada ruangan kosong, yang penting anak-anak bisa tetap sekolah," tegasnya. (*)