Jadi Pengganti Sarimukti, Pemkot Bandung Bidik Eks TPA Jelekong Untuk Atasi Masalah Sampah
Kemal Setia Permana March 01, 2026 12:45 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung, membidik eks TPA Jelekong di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung untuk dimanfaatkan sebagai lokasi pembuangan sampah.

Langkah tersebut dilakukan setelah jatah pembuangan sampah dari Kota Bandung ke TPA Sarimukti dibatasi  170 rit atau setara 979 ton per hari.

Sedangkan produksi sampah Kota Bandung mencapai 1.500 ton per hari.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pihaknya mendorong pengembangan eks TPA Jelekong sebagai solusi strategis persoalan sampah di wilayah Bandung Raya karena lahannya sudah tersedia.

"Namun akses jalan menuju lokasi harus diperjuangkan. Kalau diizinkan, saya akan kumpulkan beberapa teman untuk diskusi, mencari pelaku usaha yang bisa bantu kita berinvestasi ke sini," ujar Farhan, Minggu (1/3/2026).

Baca juga: DPRD dan Pemprov Jabar Antisipasi Overkapasitas TPPAS Sarimukti, MQ Iswara Singgung Edukasi Sampah

Farhan mengatakan untuk skema pembiayaan sebetulnya telah tersedia melalui konsep pendanaan tertentu. Namun, untuk merealisasikan infrastruktur dasar seperti akses jalan tersebut harus dibangun secara paralel.

Selain itu, pihaknya juga membuka opsi untuk patungan anggaran bersama Pemerintah Kabupaten Bandung untuk membangun akses baru dari Kilometer 151 langsung menuju kawasan eks TPA Jelekong.

"Kalau kita patungan bikin jalan akses masuk ke sini, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung pasti sama-sama untung, benefit-nya jelas ada," katanya.

Farhan mengatakan, saat ini total produksi sampah Kota Bandung mencapai 1.500 ton per hari, sedangkan di Kabupaten Bandung sekitar 1.800 ton per hari.

Baca juga: Daftar Bansos Cair Bulan Maret 2026, Cek NIK KTP Terdaftar atau Tidak

Artinya, kata Farhan, dari dua daerah tersebut saja sudah menghasilkan hampir 3.300 ton sampah setiap hari. Sedangkan untuk pengelolaannya, sekitar 80 persen masih menggunakan sistem open dumping.

"Kalau kita serius di sini, ini bisa jadi solusi bersama. Tapi memang harus didalami, tidak sesederhana itu," ucap Farhan. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.