Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok
POS-KUPANG.COM, SOE - Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Eduard Markus Lioe didampingi Wakil Bupati TTS, Jhony Army Konay melakukan kunjungan kerja ke Desa Ayotupas, Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten TTS.
Kunjungan kerja ini juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten TTS, Dominggus Bekliu, Pimpinan OPD, Kabag, Ketua dan staff ahli TP PKK Kabupaten TTS, Camat, Forkopimcam Amanatun Utara, Kepala Puskesmas, Para Guru dan Siswa, Tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat Ayotupas.
Kunjungan kerja dimulai pukul 18.00 wita, bertempat di halaman kantor camat Amanatun Utara, dan berlanjut ke Puskesmas Ayotupas.
Dalam kegiatan kunjungan kerja ini, Camat Amanatun Utara, Lorens Alunat, menyampaikan gambaran singkat kondisi Kecamatan Amanatun Utara.
"Kondisi kami di kecamatan Amanatun Utara, Terdiri dari sembilan desa dan dua desa persiapan. Luas kecamatan 508 km⊃2;, dengan jumlah kepala keluarga 5.017, dengan jumlah jiwa 19.017," jelasnya pada Sabtu (28/2/2026).
Gambaran kondisi lingkungan, kata Lorens wilayah kecamatan masih dalam keadaan kondusif, meskipun curah hujan tinggi, namun masih dalam keadaan aman.
"Saya atas nama seluruh masyarakat, menyampaikan selamat datang dan limpah Terima kasih atas kehadiran bapak bupati dan rombongan di Amanatun Utara," ungkapnya.
Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas Hari Pertama Perang, Iran 40 Hari Berkabung
Ia juga menyampaikan bahwa sebanyak tiga kali telah dilakukan perbaikan akibat longsor di Desa Sono. Dimana jalan yang rusak tersebut merupakan jalan penghubung ke Kabupaten Malaka. Pihaknya juga telah menyiapkan jalan alternatif sepanjang 1.200 meter.
Bupati TTS, Eduard menekankan kerja kolaboratif khususnya dalam melayani warga kecamatan. Bahwa semua komponen harus sejalan agar masyarakat tidak menjadi korban.
"Ini adalah amanat yang ada, ini wujud rasa syukur dan komitmen untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Camat adalah ujung tombak dalam pelayanan masyarakat, tentunya didukung oleh kepada desa dan perangkat kecamatan.Saya mengerti wilayah kerja cukup luas dan besar, maka itu harus menjalin hubungan yang harmonis dengan forkopimcam, kapus, jangan camat ke utara yang lain ke selatan, nanti korbannya masyarakat," tekan Eduard.
Ia menyampaikan bahwa camat yang menjabat saat ini merupakan aspirasi langsung dari masyarakat kecamatan Amanatun Utara. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat juga mendukung kerja camat dan perangkat pemerintah kecamatan dan desa.
"Saya harap aspirasi dari masyarakat itu dapat didukung hingga masa kepemimpinan camat selesai. Camat juga harus mampu menerjemahkan visi misi bupati dan wakil bupati dalam setiap program kecamatan agar sejalan. Persoalan yang dihadapi jangan bungkus diam-diam, baru saya tahu dari masyarakat itu tidak bagus," tegasnya.
Ia menekankan koordinasi berjenjang dalam menyelesaikan masalah yang ditemukan. Salah satunya jalan alternatif yang telah dipersiapkan. Bupati menekankan agar pemerintah Desa menyiapkan secara baik bersama dinas teknis.
"Jalan alternatif yang disampaikan diharapkan Kadis melihat dan melaporkan ke bupati, ini harus cepat meski dengan keterbatasan anggaran, kita hitung jumlah baik-baik dan kita cicil dulu," jelasnya
Selain itu aspirasi mengenai lampu jalan di Kecamatan Amanatun Utara, Bupati Eduard menegaskan menyesuaikan dengan anggaran yang terserah, dimana jumlah lammpu jalan maksimal lima minimal dua. Itupun perlu dipastikan lokasi pemasangan yang stategis ditempat yang rawan.
Menarik dalam kunjungan kerja ini yaitu penyambutan masyarakat dalam berbagai tarian adat. Selain itu juga, Motif ayotupas mencolok, tergambar di setiap masyarakat yang melakoni tarian, natoni atau tutur adat serta masyarakat yang hadir.
Tenun ayotupas merupakan salah satu Tenun yang terkenal dengan motif timbul dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi, karena teknik pengerjaan sehingga memakan waktu pengerjaan yang lama.
Kecamatan Amanatun Utara sendiri unggul pada sektor pertanian, perkebunan dan peternakan. (any)