Foto Citra Satelit Kompleks Kediaman Ali Khameini Luluh Lantak Imbas Serangan Israel 
Wiwit Purwanto March 01, 2026 01:32 PM

 

SURYA.co.id – Citra Satelit menggambarkan betapa hancurnya kompleks kediaman (bukan istana) Ali Khamenei di Teheran, bangunan tersebut  mengalami kerusakan parah akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel, Sabtu (28/2/2026).

Bagian depan bangunan yang dikenal sebagai “Leadership House” hancur luluh lantak diterjang ledakan, dengan dinding luar runtuh dan kaca jendela pecah berserakan. 

Puing-puing bangunan menutupi halaman, sementara sejumlah kendaraan dinas yang terparkir di area tersebut ikut terbakar.

Dampak Serangan Israel Ke Iran, Luluh Lantak

Beberapa citra satelit dan foto kini telah beredar luas dengan menunjukkan dampak serangan di kompleks kediaman resmi Ali Khamenei. 

Gambar satelit awal memperlihatkan asap hitam mengepul dan struktur bangunan yang rusak di kawasan yang dikenal sebagai kediaman dan kantor Pemimpin Tertinggi Iran itu.

Baca juga: Sosok Ayatullah Ali Khamenei dan Cincin Berukir Ayat Alquran Yang Dikenakan, Ini Arti dan Maknanya

Sementara di bagian dalam, ruang kerja Ali Khamenei yang menjadi pusat aktivitas kepemimpinan Iran juga hancur lebur. 

Meja, kursi, serta dokumen-dokumen resmi hangus terbakar, meninggalkan jejak kehancuran yang menunjukkan intensitas serangan. 

Jalur akses utama ke kompleks juga rusak berat, membuat evakuasi dan upaya penyelamatan berlangsung dalam kondisi sulit.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei tewas dalam serangan tersebut.

Selain itu, putri Khamenei, menantunya, dan cucunya turut tewas dalam serangan AS-Israel.

Baca juga: Rekam Jejak Ali Khamenei yang Tewas Akibat Serangan AS-Israel: Lawan Rezim Shah, Revolusi Islam Iran

Media pemerintah Iran juga menyatakan, serangan terhadap sebuah sekolah di Iran selatan telah menewaskan sedikitnya 108 orang, dan sedikitnya 201 orang tewas di 24 provinsi.

Berikut daftar tokoh Iran yang gugur dalam serangan AS-Israel ke kompleks perumahan Ayatullah Ali Khamenei:

Ali Shamkhani, sekretaris Dewan Pertahanan Iran, digambarkan sebagai tokoh sentral dalam proses pengambilan keputusan keamanan Iran dan penasihat pribadi dekat Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Mohammad Pakpour, komandan Garda Revolusi Islam (IRGC) sejak Juni 2025, diidentifikasi sebagai salah satu arsitek utama dari apa yang disebut Israel sebagai “rencana Iran untuk menghancurkan Israel.” 

Salah Asadi, kepala intelijen komando darurat Iran dan perwira senior intelijen Iran.

Mohammad Shirazi, yang memimpin kantor militer Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei sejak 1989, disebut bertanggung jawab mengoordinasikan para komandan angkatan bersenjata senior dengan Pemimpin Tertinggi.

Aziz Nasirzadeh, menteri pertahanan Iran, mantan komandan angkatan udara dan wakil kepala staf angkatan bersenjata, digambarkan bertanggung jawab atas fasilitas produksi rudal jarak jauh dan sistem senjata yang dipindahkan ke pasukan proksi Iran. 

Pernyataan resmi Garda Revolusi Iran

Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC mengeluarkan pernyataan resmi atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.

Ayatullah Ali Khamenei gugur dalam serangan berkelanjutan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut.

Selain Ali Khamenei, serangan gabungan AS dan Israel juga turut menewaskan putri, menantu, dan cucu pemimpin tertinggi Iran tersebut.

Berikut pernyataan Garda Revolusi Iran:

Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang Dan janganlah kamu mengira orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati; sesungguhnya mereka hidup di sisi Tuhan mereka, mendapat rezeki. (Surat Ali ‘Imran Ayat 169)

Kami menyampaikan belasungkawa sekaligus ucapan selamat kepada kehadiran Imam Mahdi—semoga jiwa kami dikorbankan untuk beliau—kepada umat Islam, para otoritas agama besar dan ulama, serta bangsa Iran atas kesyahidan mulia seorang ulama ilahi, pemimpin para syuhada Revolusi Islam, tuan dari para syuhada yang menanti, dan wakil sah Imam Zaman—semoga Allah mempercepat kemunculannya—Imam Khamenei.

Semoga Allah memberkahinya, di bulan suci Ramadan. Allah Yang Maha Kuasa menerima jiwa besar yang berjuang ini, putra suci dari Sayyidah Fatimah—semoga damai atasnya—sebagaimana pemimpinnya, Panglima Orang Beriman Ali—semoga damai atasnya—di bulan Ramadan yang diberkahi, dan menganugerahkan kepadanya nikmat kesyahidan.

Kami telah kehilangan seorang pemimpin besar dan meratapinya, yang unik pada zamannya dalam kesucian jiwa, kekuatan iman, kebijaksanaan dalam urusan, keberanian menghadapi kaum arogan, dan jihad di jalan Allah.

Kesyahidan di tangan teroris paling jahat dan algojo kemanusiaan adalah tanda kebenaran pemimpin besar ini dan penerimaan atas pengabdian tulusnya.

Kesyahidan di jalan Islam dan Iran yang agung adalah tanda kemenangan dan semakin dekatnya tujuan; namun, dengan kesyahidan dan hijrah kepada Allah dari Imam Khamenei—semoga Allah memberkahinya—jalan dan teladannya tidak akan berhenti, melainkan akan terus berlanjut dengan kekuatan dan kemuliaan.

Kesyahidan ini akan membuat bangsa Iran semakin teguh untuk melanjutkan jalan bercahaya Imam Khamenei yang tercinta.

Tindakan kriminal dan teroris dari pemerintah jahat Amerika dan rezim Zionis adalah pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip agama, etika, hukum, dan adat; oleh karena itu, tangan balas dendam bangsa Iran untuk hukuman berat, tegas, dan penuh penyesalan terhadap para pembunuh Imam umat tidak akan meninggalkan mereka.

Korps Garda Revolusi Islam, Angkatan Bersenjata Republik Islam, dan Basij rakyat yang besar akan dengan penuh kekuatan melanjutkan jalan pemimpin mereka untuk membela warisan berharga dari pemimpin besar ini dan akan berdiri teguh menghadapi konspirasi internal maupun eksternal serta memberikan pelajaran hukuman bagi para agresor terhadap tanah air Islam.

Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) adalah pasukan militer khusus yang dibentuk setelah Revolusi Islam tahun 1979 atas perintah Ayatollah Ruhollah Khomeini (pemimpin Revolusi Iran).

Berbeda dengan militer reguler Iran yang berfokus pada pertahanan teritorial, IRGC memiliki mandat utama menjaga sistem politik Republik Islam, melindungi revolusi, serta menghadapi ancaman internal maupun eksternal. 

Struktur IRGC mencakup angkatan darat, udara, laut, pasukan khusus Quds untuk operasi luar negeri, serta Basij, yaitu milisi rakyat yang mendukung operasi keamanan dan sosial.

Ideologi IRGC berlandaskan pada prinsip Wilayat al-Faqih (kepemimpinan ulama) dan Khomeinisme, menjadikannya salah satu institusi paling berpengaruh dalam menjaga stabilitas politik dan memperluas pengaruh Iran di kawasan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.