Perang Israel–AS vs Iran Berpotensi Meluas, Pengamat HI Unand Soroti Keamanan dan Ekonomi Global
Muhammad Afdal Afrianto March 01, 2026 03:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Ketegangan antara Israel dan Amerika Serikat dengan Iran yang terus bergejolak dinilai berpotensi menimbulkan dampak luas, tidak hanya di kawasan Timur Tengah, tetapi juga terhadap stabilitas global, termasuk Indonesia.

Pengamat Hubungan Internasional Universitas Andalas (Unand), Virtuous Setyaka, mengatakan konflik tersebut secara langsung menghadirkan ancaman keamanan bagi negara-negara di kawasan terdampak.

“Kalau kita melihat dari sisi hubungan internasional, dampak paling sederhana dan paling cepat terasa itu adalah soal keamanan dan ekonomi. Ketegangan militer otomatis menciptakan ancaman keamanan bagi banyak negara,” ujarnya kepada TribunPadang.com, Minggu (1/3/2026).

Baca juga: Ayatollah Khamenei Wafat Akibat Serangan Militer AS-Israel, Ketegangan Timur Tengah Meningkat

Menurutnya, sejumlah negara di Timur Tengah yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat berpotensi merasakan dampak langsung apabila terjadi serangan balasan dari Iran.

Situasi itu membuat negara-negara tersebut berada dalam posisi rentan.

“Negara-negara yang menjadi pangkalan militer Amerika tentu akan ikut terdampak. Artinya mereka secara langsung merasakan konsekuensi dari perang ini, sehingga keamanan nasional mereka juga terancam,” jelasnya.

Virtuous menambahkan, eskalasi konflik berpotensi semakin meluas jika Iran mengambil langkah strategis, seperti menutup Selat Hormuz.

Jalur tersebut merupakan salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.

“Kalau Selat Hormuz ditutup, dampaknya akan luar biasa. Minyak dan komoditas lain tidak bisa lewat. Harga energi bisa melonjak tajam dan ekonomi banyak negara bisa terguncang. Ini bukan hanya soal kawasan Timur Tengah, tapi dampaknya bisa global,” katanya.

Ia menilai, dalam konteks globalisasi saat ini, hampir tidak ada negara yang benar-benar bebas dari dampak konflik besar.

Ketegangan di satu wilayah akan berimbas pada wilayah lain karena keterhubungan sistem ekonomi dan politik dunia.

Terkait Indonesia, Virtuous menyebut dampak tetap akan terasa, baik secara diplomatik maupun ekonomi.

Ia menyoroti posisi Indonesia yang memiliki hubungan dengan Amerika Serikat, sementara Iran berada dalam posisi berseberangan dengan negara tersebut.

“Secara diplomatik, bisa saja muncul persepsi bahwa Indonesia lebih dekat dengan kepentingan Amerika. Itu berpotensi memengaruhi hubungan Indonesia dengan Iran,” ujarnya.

Menurutnya, kepercayaan Iran terhadap Indonesia juga bisa mengalami penurunan apabila dipandang tidak berada pada posisi netral.

Ia juga menilai wacana Indonesia menjadi mediator antara pihak-pihak yang bertikai sulit terealisasi.

“Secara realistis, peluang itu kecil. Iran mungkin tidak melihat Indonesia sebagai pihak yang cukup strategis untuk memediasi. Di sisi lain, Amerika Serikat juga bukan tipikal negara yang mudah menerima mediasi dalam konflik yang mereka jalani,” katanya.

Baca juga: Perang Israel-AS vs Iran Memanas, Akademisi Unand Soroti Dampak ke Perdagangan dan Rupiah

Virtuous menambahkan, skenario terburuk dari konflik ini adalah meluasnya keterlibatan negara-negara lain di kawasan.

Jika eskalasi terus meningkat, bukan tidak mungkin negara-negara Arab atau Timur Tengah lainnya turut terlibat karena merasa terdampak langsung.

Selain perang konvensional, ia juga mengingatkan potensi perang non-militer seperti perang siber dan teknologi.

“Konflik modern tidak hanya soal serangan militer. Bisa berkembang ke perang siber, serangan terhadap infrastruktur teknologi, yang tentu akan mengganggu stabilitas banyak negara,” jelasnya.

Meski demikian, ia menilai setiap negara akan mempertimbangkan secara matang sebelum memperluas konflik menjadi perang skala besar.

“Ongkos perang itu sangat besar. Dalam logika hubungan internasional, bukan hanya soal menang secara militer, tapi apakah secara ekonomi mereka benar-benar diuntungkan atau justru merugi. Itu yang akan jadi pertimbangan utama,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.