TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Sejumlah ruang kelas, perpustakaan, dan musala di SDN 03 Kutoharjo di Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ludes terbakar, Sabtu (28/2/2026) malam.
Kebakaran di sekolah yang berada tepat di depan Balai Desa Kutoharjo, di Jalan Raya Pati–Tayu Km 1 itu diduga dipicu korsleting listrik.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melapor ke pihak berwenang.
Tak lama berselang, petugas pemadam kebakaran dan polisi tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.
Bagian yang terbakar adalah perpustakaan dan musala.
Baca juga: BREAKING NEWS: KPK Geledah Rumah Kepala DPUTR Pati, Diduga Terkait Kasus Sudewo
Kabid Damkar dan Linmas Satpol PP Kabupaten Pati, Dwi Prasetyo mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 20.00 WIB.
Dengan mengerahkan dua truk dan lima personel, Damkar Pati berhasil memadamkan api pada pukul 21.15 WIB.
"Dalam proses pemadaman, tim Damkar Pati juga dibantu polisi dan warga sekitar," kata Dwi, Minggu (1/3/2026).
Dwi mengungkapkan, penyebab kebakaran diduga adalah korsleting listrik.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan memastikan instalasi listrik di rumah atau bangunan dalam kondisi aman," tambah dia.
Sementara, Kapolsek Pati Kota Iptu Heru Purnomo memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Alhamdulillah tidak ada korban luka maupun korban jiwa."
"Saat kejadian, gedung dalam keadaan kosong," jelas dia.
Baca juga: Terdakwa Blokade Pantura Pati Bongkar Dugaan Manipulasi JPU: Botok Sebut Ada Rekayasa dalam Tuntutan
Menurut Iptu Heru Purnomo, kerugian yang ditimbulkan bersifat materiel.
Terdapat beberapa ruang kelas yang terbakar.
"Untuk sementara, kami masih melakukan pendataan terkait kerusakan dan taksiran kerugian."
"Tim juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran," tegasnya.
Pihak kepolisian telah memasang garis pengaman di sekitar lokasi guna kepentingan penyelidikan kebakaran sekolah ini.
Heru menambahkan, olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan guna memastikan sumber api, apakah berasal dari korsleting listrik atau faktor lain.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan keluar," katanya.
Heru juga mengapresiasi kesigapan warga dan petugas pemadam kebakaran yang membantu proses pemadaman.
"Sinergi yang cepat antara warga, damkar, dan kepolisian sangat membantu sehingga api tidak sampai meluas," katanya. (*)