TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ambisi besar dibawa PSIS Semarang saat bertandang ke markas Persiba Balikpapan pada pekan ke-21 putaran ketiga Pegadaian Championship League musim ini.
Laga yang digelar di Stadion Batakan pada Minggu malam nanti (1/3/2026) pukul 21:00 Wita ini dipastikan berlangsung panas, mengingat kedua tim sama-sama tengah berjuang menjauh dari bayang-bayang play-off degradasi.
PSIS datang dengan kepercayaan diri tinggi. Tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu mengusung tekad kuat mencuri poin penuh di kandang lawan. Meski tanpa dukungan langsung suporter, semangat juang mereka tak surut sedikit pun.
Pelatih PSIS, Andri Ramawi, memastikan seluruh pemain dalam kondisi siap tempur jelang laga krusial ini. Ia menegaskan tak ada kendala cedera maupun akumulasi kartu yang mengganggu komposisi tim.
Baca juga: Laga Hidup Mati di Batakan, Persiba Balikpapan Jamu PSIS Semarang dalam Misi Jauhi Degradasi
“Kondisi tim lebih baik. Semua pemain yang kami bawa siap untuk pertandingan besok,” ujar Andri optimistis, Minggu (1/3).
Menurutnya, misi PSIS di putaran ketiga sudah sangat jelas: mengumpulkan poin sebanyak mungkin demi keluar dari zona berbahaya. Setiap pertandingan kini dianggap sebagai final.
“Target kami jelas, di sisa pertandingan ini kami ingin meraih poin maksimal. Semoga bisa kami realisasikan,” tegasnya.
Saat ini, PSIS Semarang berada di peringkat ke-9 Grup B dengan koleksi 15 poin. Sementara tuan rumah Persiba Balikpapan tepat satu tingkat di atasnya, yakni posisi ke-8 dengan 16 poin.
Selisih satu angka membuat laga ini kian sarat gengsi dan tekanan.
Bagi Persiba, kemenangan akan menjauhkan mereka dari ancaman degradasi.
Baca juga: Link Live Streaming Persiba Balikpapan vs PSIS di Championship Hari Ini, Kick-off Jam 20.30 WIB
Namun bagi PSIS, tiga poin di Batakan bisa menjadi momentum kebangkitan sekaligus menggeser posisi tuan rumah di klasemen.
Pertarungan dua tim yang sama-sama terdesak ini dipastikan berlangsung sengit sejak menit pertama.
Tak hanya soal tiga poin, laga ini menjadi pertaruhan harga diri dan harapan untuk tetap bertahan di kasta kedua sepak bola nasional musim depan.(*)