TRIBUNPADANG.COM, PADANG – PT Hutama Karya (Persero) bersama anak usahanya, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), akan menerapkan rekayasa lalu lintas di lajur Padang menuju Sicincin pada KM 18+998 pada 2–3 Maret 2026 pukul 09.00–15.00 WIB.
Langkah ini dilakukan sehubungan dengan pekerjaan pemasangan balok jembatan (erection girder) yang kembali digelar dalam rangka pembangunan Interchange Lubuk Alung, salah satu simpul penting di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin.
Baca juga: Hutama Karya Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Tol Padang–Sicincin KM 18+998
Rekayasa lalu lintas dilakukan sebagai langkah mitigasi keselamatan sekaligus memastikan proses konstruksi berjalan lancar. Selama periode pekerjaan, pengaturan arus lalu lintas meliputi penerapan detour di KM 18+998 bagi kendaraan dari Gerbang Tol Kapalo Hilalang menuju Gerbang Tol Padang, serta pengalihan arus ke Jalan Nasional bagi pengguna jalan dari Gerbang Tol Padang menuju Gerbang Tol Kapalo Hilalang.
“Langkah ini kami lakukan untuk menjamin keselamatan seluruh pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung. Kami juga berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Sumatera Barat, Satlantas Polres Padang Pariaman, BPJN Sumbar Kementerian PU, serta Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar agar lalu lintas tetap aman, terkendali, dan konstruksi dapat berjalan lancar,” kata Vice President Komunikasi Korporat Hutama Karya, Rizki Dana.
Jalur detour yang digunakan berada di sisi jalan eksisting dan dilengkapi dengan rambu-rambu, marka jalan, penerangan, serta perangkat keselamatan lain.
Selain itu, petugas pengatur lalu lintas disiagakan di titik-titik krusial untuk memandu kendaraan, dan informasi rekayasa lalu lintas disosialisasikan melalui berbagai kanal komunikasi resmi sehingga masyarakat mendapatkan panduan lengkap sebelum melintas.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul. Pengguna jalan diimbau untuk mengurangi kecepatan saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan, menjaga jarak aman, dan mematuhi rambu serta arahan petugas agar perjalanan tetap aman dan lancar,” tambah Rizki.
Baca juga: Tembus Bukit 3,5 Km, Tol Sicincin-Bukittinggi via Terowongan Lembah Anai Mulai Difinalisasi
Jalan Tol Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin sepanjang 36 km telah resmi beroperasi sejak 28 Mei 2025. Jalan tol ini menjadi penghubung strategis di Sumatera Barat, mempermudah akses antarkota, dan memberikan dampak positif pada mobilitas masyarakat serta distribusi logistik.
Pembangunan Interchange Lubuk Alung diharapkan semakin memperkuat aksesibilitas kawasan, memperpendek waktu tempuh perjalanan dari sekitar 1,5 jam melalui jalur nasional menjadi 30 menit melalui jalan tol, dan memberikan manfaat langsung bagi pengguna jalan, termasuk pelaku usaha dan sektor transportasi di sepanjang koridor tol.
Selain efisiensi waktu, kehadiran interchange juga membuka peluang pengembangan ekonomi lokal di sekitar Lubuk Alung.
Dengan jalur tol yang semakin baik, arus barang dan jasa dapat bergerak lebih cepat, sehingga potensi pertumbuhan perdagangan, pariwisata, dan investasi di Sumatera Barat meningkat.
Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pekerjaan dengan standar keselamatan dan kualitas konstruksi terbaik, serta terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan instansi terkait demi kelancaran operasional jalan tol.
Masyarakat pengguna Jalan Tol Trans Sumatera diimbau tetap berhati-hati, mengikuti arahan petugas, dan mematuhi rambu-rambu sementara, sehingga keselamatan dan kelancaran arus tetap terjaga selama pekerjaan pemasangan girder berlangsung.