Daftar 7 Pejabat Senior Iran yang Tewas Serangan AS–Israel, Termasuk Komandan IRGC Mohammad Pakpour
Faisal Zamzami March 01, 2026 03:03 PM

 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Serangan udara besar-besaran yang dilancarkan secara bersamaan oleh militer Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) dilaporkan menewaskan sejumlah tokoh penting dalam struktur militer dan pemerintahan Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, kata media Iran dan laporan internasional Minggu (1/3/2026).

Serangan yang digelar di berbagai lokasi strategis di Teheran dan wilayah lainnya di Iran itu disebut-sebut sebagai operasi militer terkoordinasi oleh AS dan Israel, dengan tujuan menargetkan pemimpin negara dan tokoh-tokoh kunci dalam struktur keamanan dan pertahanan Iran.

Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Mohammad Pakpour termasuk satu diantara korban tewas dalam serangan gabungan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2/2026).

Kematian Pakpour tersebut juga dikonfirmasi oleh Iran, sebagaimana dilansir AFP.

Pakpour tercatat baru menjabat sebagai komandan tertinggi IRGC selama 260 hari sebelum serangan tersebut terjadi.

Kematian Pakpour menambah daftar pejabat tinggi Iran yang tewas dalam serangan AS dan Israel, sebagaimana dilansir NDTV.

Baca juga: Arab Saudi Ancam Balas Serangan Iran, Ketegangan Timur Tengah Meningkat

Pejabat Senior Iran yang Dilaporkan Tewas

Militer Israel merinci bahwa serangan itu berhasil menewaskan tujuh pejabat senior Iran.

1. Ali Shamkhani

Ali Shamkhani merupakan Sekretaris Dewan Pertahanan Iran, dikutip dari Iran International.

Ia digambarkan sebagai tokoh sentral dalam proses pengambilan keputusan keamanan Iran dan penasihat pribadi dekat Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dalam urusan keamanan.

2. Mohammad Pakpour

Komandan Korps Garda Revolusi Islam, Mohammad Pakpour juga dilaporkan tewas dalam serangan AS-Israel.

Sejak Juni 2025, ia diidentifikasi sebagai salah satu arsitek utama dari rencana Iran untuk menghancurkan Israel.

Pakpour disebut memimpin pasukan militer pusat Iran, mengawasi pengerahan sistem senjata strategis terhadap Negara Israel, dan mengarahkan serta mendukung organisasi militan yang didukung Iran di berbagai front.  

Ia juga dikatakan memainkan peran utama dalam penindasan brutal terhadap para demonstran Iran selama kerusuhan domestik bulan lalu.

3. Salah Asadi

Kepala intelijen untuk komando darurat Iran dan seorang perwira intelijen senior di Staf Umum, Salah Asadi turut menjadi korban.

Ia digambarkan terlibat dalam membentuk strategi Iran terhadap Israel dan AS, serta sangat aktif dalam rencana untuk menghancurkan Israel.

4. Mohammad Shirazi

Mohammad Shirazi mengepalai kantor militer Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei sejak 1989.

Ia bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan komunikasi antara komandan angkatan bersenjata senior dan Khamenei, serta berperan sebagai tokoh kunci di puncak struktur kekuasaan Iran.

5. Aziz Nasirzadeh

Aziz Nasirzadeh merupakan Menteri Pertahanan Iran dan mantan komandan angkatan udara serta wakil kepala staf angkatan bersenjata.

Ia digambarkan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas fasilitas produksi rudal jarak jauh dan sistem senjata yang dialihkan ke pasukan proksi Iran.

Aziz mengawasi organisasi SPND, yang memajukan proyek-proyek di bidang senjata nuklir, biologi, dan kimia.

6. Hossein Jabal Amelian

Kepala SPND, Hossein Jabal Amelian digambarkan sebagai orang yang bertanggung jawab atas pengembangan teknologi canggih dan senjata untuk rezim Iran, termasuk proyek-proyek yang terkait dengan senjata nuklir, biologi, dan kimia.

 7. Reza Mozaffari-Nia

Mantan kepala SPND ini dikatakan telah memainkan peran dalam memajukan upaya pengembangan senjata nuklir.

Baca juga: Sosok Ali Larijani, Tokoh Kunci yang Diyakini Mengambil Kendali Iran usai Wafatnya Khamenei

Latar Belakang Serangan dan Dampaknya

Serangan udara gabungan tersebut dilaporkan merupakan bagian dari kampanye militer yang digelar AS bersama Israel untuk menekan program nuklir Iran serta menghancurkan struktur komando pertahanan negara tersebut.

Pejabat AS menyebut operasi ini sebagai respons atas ketegangan panjang antara Iran, Israel, dan Washington terkait perkembangan senjata nuklir dan pengaruh regional Teheran.

Media pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari menyusul tewasnya Ayatollah Khamenei, menggarisbawahi besarnya dampak serangan terhadap struktur pemerintahan negara Republik Islam tersebut.

Serangan ini juga memicu respons keras dari Iran dalam bentuk serangan balasan ke sejumlah target militer AS dan sekutu di kawasan, sementara ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam sejak runtuhnya parlemen regional damai.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.