Cincin Berukir Khamenei Pemimpin Iran Gugur Diserang AS-Israel, Tersemat Ayat Alquran, Apa Maknanya?
Rusaidah March 01, 2026 03:03 PM

 

BANGKAPOS.COM – Ayatullah Ali Khamenei, Pimpinan Tertinggi Iran dikabarkan gugur saat serangan AS-Israel ke Iran.

Dalam serangan tersebut disebut pula putri, menantu dan cucu Ayatullah Ali Khamenei ikut menjadi korban dalam serangan tersebut.

Sosok Ayatullah Ali Khamenei pun menuai sorotan usai kabar kematiannya.

Kehidupannya menarik simpati warganet.

Bahkan, cincin yang dipakai pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei saat masih hidup, sempat mencuri perhatian, terutama di media sosial.

Baca juga: Putri, Menantu dan Cucu Khamenei Pimpinan Tertinggi Iran Tewas Diserang, Kediaman Hancur Total

Dalam "tradisi" muslim Syiah, mengenakan cincin diyakini bagian dari praktik yang sangat ditekankan ajaran Nabi Muhammad serta Ahlulbait (keluarga nabi). 

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, diketahui sebagai sosok yang mengikuti "tradisi" ini secara konsisten. 

Dalam berbagai penampilan publik—baik pertemuan resmi, acara keagamaan, maupun seremoni—Ali Khamenei sering terlihat mengenakan cincin perak yang berbeda-beda. 

20260301 KHAMENEI CINCIN1
CINCIN KHAMENEI - Cincin bertuliskan penggalan ayat suci Alquran yang dipakai Ayatullah Ali Khamenei semasa hidup. 

Cincin-cincin tersebut bukan sekadar perhiasan, melainkan dipilih berdasarkan makna mendalam dan sifat-sifat yang dikaitkan dengan setiap batu dalam tradisi Islam.

Misalnya, dalam acara tadarusan Alquran di Teheran, Ibu Kota Iran, hari-hari pertama bulan suci Ramadan, Ali Khamenei mengenakan cincin yang bertulisan sebuah penggalan ayat suci Alquran.

Di cincin itu terukir penggalan ayat berbahasa Arab: إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ (Inna ma‘iya rabbī sayahdīni) dari QS. Asy-Syu‘ara (26): 62.

Penggalan ayat tersebut memiliki terjemahan: “Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” 

Ini adalah ucapan Nabi Musa ketika dikejar Fir’aun dan laut terbentang di depan.

Ayat ini, oleh ulama-ulama Islam, ditafsirkan menggambarkan keteguhan iman dan tawakal Nabi Musa saat menghadapi situasi kritis, di mana ia dengan tegas menolak keputusasaan pengikutnya melalui kata "kalla" (sekali-kali tidak) demi meyakinkan mereka bahwa mereka tidak akan tertangkap oleh kejaran Fir'aun. 

Dengan keyakinan penuh bahwa Allah senantiasa menyertainya (inna ma'iya Rabbi), Musa memberikan jaminan bahwa pertolongan serta jalan keluar pasti akan datang sebagai petunjuk dari Allah bagi mereka yang menjalankan perintah-Nya. 

Sosok Ayatullah Ali Khamenei

Nama Ali Khamenei kini menjadi sorotan dunia setelah gugur karena serangan udara Amerika Serikat-Israel.

Ali Khamenei memiliki nama lengkap Ali Hosseini Khamenei dan lahir pada 19 April 1939.

Baca juga: Harga Emas Dunia Melejit Usai Serangan AS-Israel: Cek UBS, Antam dan Galeri24 Hari Ini 1 Maret 2026

Ali khamenei dikenal luas sebagai seorang ulama sekaligus tokoh politik berpengaruh di Iran.

Sejak tahun 1989, Ali khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, posisi tertinggi dalam struktur pemerintahan negara tersebut.

Dengan masa kepemimpinannya yang panjang, Ali khamenei menjadi kepala negara dengan masa jabatan terlama di kawasan Timur Tengah. 

Selain itu, ia juga tercatat sebagai pemimpin Iran dengan masa jabatan terlama kedua pada abad ke-20 dan ke-21, setelah Mohammad Reza Pahlavi.

Bukan Sekadar Pemimpin Iran

Banyak yang belum mengetahui, selain menjadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei juga dikenal sebagai seorang ulama Syiah yang memiliki pengaruh luas di kalangan pengikut Syiah. 

Dalam tradisi Islam Syiah, seorang ulama yang memiliki kualifikasi tinggi di bidang agama bisa diikuti sebagai marja’ (sumber rujukan dalam fiqh). Ada banyak orang—termasuk di luar Iran—yang mengaku mengikuti Ali Khamenei sebagai marja’ mereka dalam hal rujukan hukum Islam.

Bahkan, keputusan, dan fatwa Ali Khamenei sering diikuti atau dibaca oleh jutaan orang Syiah di berbagai negara. Ini membuat pengaruhnya melampaui batas Iran sendiri.

Iran Berduka

Institusi Iran berduka atas wafatnya Khamenei. Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebutnya sebagai ulama besar dan “pemimpin para syuhada Revolusi Islam.” 

Mereka menegaskan bahwa kesyahidannya tidak akan menghentikan jalannya, melainkan memperkuat tekad rakyat Iran untuk melanjutkan warisannya. 

Pemerintah Iran menetapkan 40 hari berkabung nasional dan 7 hari libur resmi. Dewan Keamanan Nasional menilai kesyahidannya akan menjadi katalis kebangkitan besar melawan tirani global.

Serangan ini terjadi setelah AS dan Israel meluncurkan operasi militer gabungan pada 28 Februari, di tengah pembicaraan nuklir. 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut operasi itu sebagai langkah untuk menghapus “ancaman eksistensial” dan mengubah lanskap strategis kawasan. 

Ledakan dilaporkan terjadi di Tehran, Qom, Tabriz, dan Khorramshahr, disusul penutupan wilayah udara Iran dan regional.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan puluhan rudal balistik ke arah Israel, dengan laporan serangan mencapai Tel Aviv, Haifa, dan wilayah Palestina yang diduduki. 

Media Iran menyebut serangan itu sebagai “balasan menghancurkan” terhadap entitas Zionis. Selain itu, ledakan juga dilaporkan di sejumlah negara Teluk yang menjadi basis militer AS, termasuk Arab Saudi, UEA, Bahrain, Kuwait, dan Qatar.

Rantai Komando Iran Tidak Terganggu

Satu hal yang menarik perhatian analis maupun pengamat Barat, struktur komando Iran masih utuh dan merespons dengan terkoordinasi.

Tampaknya kelompok Garda Revolusi dan ulama kini memegang kendali dan perang akan terus berlanjut meskipun Ayatullah Khamenei telah gugur.

Pada usia 86 tahun, kematian Ayatullah Ali Khamenei justru disebut menjadi faktor pemersatu, alih-alih berujung pada kekacauan seperti yang diharapkan Israel dan Amerika Serikat.

Kondisi Kediaman Khamenei 

Sebelumnya, dikutip dari New York Times, citra satelit dari Airbus Defence and Space memperlihatkan bangunan utama di kompleks tersebut dalam kondisi hancur total.  

Baca juga: Profesi Mentereng Ferdi Pacar Farra Mahasiswi Dibacok Teman Seangkatan, Syok Tahu Isu Selingkuh

Beit-e Rahbari selama ini dikenal tidak hanya sebagai tempat tinggal sang pemimpin tertinggi, tetapi juga lokasi strategis untuk menjamu pejabat-pejabat senior Iran. 

Berdasarkan foto udara tersebut, struktur bangunan yang menjadi kediaman langsung Khamenei beserta perimeter keamanan di sekitarnya tampak telah rata dengan tanah. 

Analisis dari para ahli menunjukkan bahwa pola kawah dan dampak ledakan yang terlihat konsisten dengan penggunaan amunisi penghancur bunker (bunker-buster).  

Senjata jenis ini dirancang khusus untuk menembus lapisan beton bangunan guna menghancurkan fasilitas bawah tanah yang diperkuat.

Iran Umumkan 40 Hari Berkabung

Media pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan berkelanjutan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut.

Laporan yang sama menyebut putri, menantu, dan cucu Khamenei turut menjadi korban.

KHAMENEI TEWAS - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei tewas dalam serangan besar-besaran oleh AS dan Israel hari Sabtu, 29 Februari 2026.
KHAMENEI GUGUR - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei gugur dalam serangan besar-besaran oleh AS dan Israel hari Sabtu, 28 Februari 2026. (https://english.khamenei.ir)

Selain itu, media pemerintah melaporkan sedikitnya 108 orang tewas akibat serangan di sebuah sekolah di Iran selatan.

Secara keseluruhan, korban jiwa disebut mencapai sedikitnya 201 orang yang tersebar di 24 provinsi.

Pemerintah juga mengumumkan tujuh hari libur nasional.

Meski demikian, hingga kini belum ada rincian resmi mengenai kronologi maupun lokasi pasti serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi tersebut.

Baca juga: ASN Dinas Perikanan Bangka Tunggu Sidang, Kejari Cari Bukti SPBU Korupsi BBM Subsidi Nelayan

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 28 Februari menyatakan melalui media sosial bahwa Khamenei meninggal dunia setelah serangan militer besar-besaran oleh AS dan Israel.

Pernyataan itu mengindikasikan Washington mengklaim telah mengonfirmasi kematian tersebut dalam operasi gabungan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyebut terdapat banyak tanda bahwa Khamenei tidak lagi hidup.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam wawancara dengan NBC mengatakan bahwa sejauh yang ia ketahui, Khamenei masih hidup, memunculkan perbedaan informasi terkait kondisi sebenarnya.

(Tribunnews.com/Kompas.com/Bangkapos.com)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.