Khofifah Sampaikan Duka Meninggalnya Ketum PP Fatayat NU: Konsisten Bela Hak Anak dan Perempuan
Wiwit Purwanto March 01, 2026 04:32 PM

 

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Ketua Umum PP Fatayat Nahdlatul Ulama Margaret Aliyatul Maimunah, Minggu (1/3/2026). 

Khofifah yang juga Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU tersebut mengaku sangat berduka atas wafatnya rekan yang sama sama berjuang untuk umat di bawah organisasi masyarakat Nahdlatul Ulama.

Terlebih almarhumah yang akrab disapa Ning Liya itu juga pernah satu gerakan dalam perjuangan perlindungan anak dan juga perempuan.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Ning Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua Umum PP Fatayat Nahdlatul Ulama yang juga selama ini berjuang tanpa henti dalam perlindungan anak sebagai Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),” tegasnya.

Puji Rekam Jejak Ning Liya

Khofifah pun memuji rekam jejak Ning Liya yang sangat aktif, tegas akan tetapi penuh wibawa dan cinta kasih.

Baca juga: Penyebab Ketua Umum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah Meninggal, Sempat Dirawat di RS

Seluruh perjuangan Ning Liya diyakini Khofifah akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi kalangan muda khususnya perempuan dan tentunya para fatayat NU.

“Kiprah beliau sebagai pemimpin yang tegas namun penuh kasih, konsisten membela hak anak dan kaum perempuan, telah memberi inspirasi dan kontribusi besar bagi bangsa kita,” tegas Khofifah.

“Sosoknya akan selalu dikenang sebagai pelayan masyarakat yang rendah hati dan berdedikasi tinggi,” imbuhnya.

Khofifah pun  mendoakan agar almarhumah wafat dalam kondisi khusnul khotimah.

Seluruh dosa dan kesalahannya mendapatkan ampunan Allah dan diterima segala amal dan kebaikannya.

Baca juga: Profil Margaret Aliyatul Maimunah Ketua Umum PP Fatayat NU yang Tutup Usia, Lulusan UIN Surabaya

Ia juga mendoakan keluarga dan seluruh keluarga besar Fatayat NU, semoga diberikan kesabaran dan ketabahan.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni kekhilafan, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Al-Fatihah,” pungkasnya.

Kabar duka ini disampaikan PP Fatayat NU Eli Rosyidah melalui pesan singkat WhatsApp (WA), Minggu 1 Maret 2026, sebagaimana dilansir Surya.co.id (media jaringan Tribun Network yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur (Jatim)

"Innalillahi wa Inna ilaihi Rojiun

Telah berpulang ke Rahmatullah Sahabat Ketum tercinta.

Hj Margareth Aliyatul Maimunah binti KH. Faruq* di RS Fatmawati, hari ini Ahad 1 Maret 2026

jam 08.25

اللهم اغفر لها و ارحمها و اعف عنها

Sumber: dr suaminya, KH Abdullah Masud, Ketua PCNU Tangsel

Dari RS Fatmawati akan disemayamkan di PBNU setelah itu langsung di bawa ke Jombang.”

Duka Mendalam Pergerakan Perempuan Indonesia

Kepergian Ning Margaret meninggalkan duka mendalam bagi dunia pergerakan perempuan di Indonesia.

Dikenal sebagai pribadi yang ramah dan rendah hati, ia dikenal sekadar pemimpin, melainkan pejuang isu perempuan dan anak yang konsisten sejak muda.

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.