Jakarta (ANTARA) - Budayawan Widihasto Wasana Putra mengingatkan agar semangat menyampaikan pendapat jangan sampai menimbulkan perpecahan maupun kerusakan.

"Hormati lah hak-hak masyarakat lainnya dan jagalah fasilitas umum sebagai milik bersama," kata Widihasto dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu.

Ia merespons kericuhan pada unjuk rasa yang melibatkan mahasiswa di Markas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Mapolda DIY) pada Selasa (24/2).

Ia menyampaikan bahwa dalam alam demokrasi Indonesia saat ini, terlebih sejak bergulirnya reformasi, penyampaian aspirasi dan sikap kritis terhadap jalannya pemerintahan merupakan keniscayaan.

"Demokrasi memberikan ruang bagi rakyat untuk menyampaikan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab," ujar Widihasto.

Namun demikian, ia menekankan kebebasan tersebut bukan tanpa batas. Penyampaian aspirasi, kata dia, harus tetap berada dalam koridor hukum, menjunjung tata tertib serta menghindari cara-cara kekerasan, anarkisme maupun perusakan fasilitas umum.

"Terlebih apabila hal tersebut terjadi di Yogyakarta, daerah yang dikenal sebagai pusat budaya Jawa yang menjunjung tinggi nilai kesantunan, tepa salira, dan kerukunan," tuturnya.

Sebelumnya, ratusan warga Yogyakarta yang menamakan diri "Kawula Ngayogyakarta" menggelar aksi budaya pada Kamis (26/2).

Mereka terdiri atas pelajar, mahasiswa, komunitas seni tradisi, budayawan serta penggiat seni keprajuritan rakyat.

Dalam kegiatan tersebut, mereka menyampaikan seruan nasional untuk menolak praktik unjuk rasa anarkis.

Aksi budaya dimulai dari Terminal Condongcatur, Sleman. Kemudian, menyusuri jalur lambat Ring Road Utara menuju Mapolda DIY.

Kegiatan itu menarik perhatian masyarakat karena dikemas menyerupai karnaval budaya. Para peserta memainkan berbagai alat musik tradisional seperti terompet, seruling, bende, tambur, dan kendang.

Mereka juga mengenakan kostum menyerupai busana prajurit kraton. Barisan terdepan membawa spanduk besar bertuliskan aksara Jawa berbunyi "Tolak Kekerasan, Utamakna Katentreman".

Wakapolda DIY Brigjen Pol. Eddy Junaedi menyambut baik dan mengapresiasi kedatangan massa aksi budaya "Kawula Ngayogyakarta" di Mapolda DIY.

Ia menilai kehadiran peserta aksi yang mengenakan kostum adat budaya membawa kesejukan tersendiri.

"Kehadiran panjenengan semua membawa kesejukan karena semuanya mengenakan kostum adat budaya yang menjadi ciri khas di DIY. Semoga hal positif semacam ini terus kita rajut bersama agar kondusivitas keamanan tercipta mantap," katanya.

Ia menyampaikan pihak kepolisian tidak mempermasalahkan penyampaian aspirasi maupun kritik dari masyarakat terhadap kinerja kepolisian.

Namun, sebagaimana harapan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X aspirasi tersebut diharapkan tidak disampaikan dengan cara-cara anarkis.

Aksi budaya ditutup dengan foto bersama peserta aksi dan jajaran Polda DIY. Kegiatan berlangsung lancar, dan tepat pukul 17.00 WIB massa kembali berjalan menuju Terminal Condongcatur sebelum membubarkan diri dengan tertib.