TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengalaman berbeda dirasakan Jaclyn Koloay saat berada di Israel dan Palestina.
Menurutnya, baik warga Israel maupun Palestina yang ia temui menunjukkan sikap ramah dan bersahabat.
“Ramah semuanya, sedangkan kita mau masuk ke Israel dari Palestina dan sebaliknya semua begitu ramah dan baik kepada kami,” ungkap Jaclyn.
Ia mengatakan, suasana yang ia rasakan di lapangan jauh berbeda dengan gambaran yang sering muncul di media belakangan ini.
Selama melakukan perjalanan, Jaclyn mengaku dapat berinteraksi dengan masyarakat setempat tanpa rasa khawatir.
Bahkan ketika melintasi perbatasan antara wilayah Palestina dan Israel, ia tetap merasa aman.
Hal yang paling mengherankan bagi Jaclyn adalah kemampuan warga setempat dalam berbahasa Indonesia.
Ia bercerita, saat mengunjungi pasar di Israel, ada pedagang yang fasih berbicara menggunakan Bahasa Indonesia.
“Yang paling mengherankan, warga Israel yang berjualan di pasar pintar berbahasa Indonesia,” katanya.
Diketahui Jaclyn Koloay datang bersama sejumlah gembala dari Sulawesi Utara.
Mereka semua menginap di Hotel Betlehem.
Meski sempat mendapat pengumuman terkait potensi perang dan penutupan bandara, Jaclyn memastikan seluruh rangkaian perjalanan berjalan aman hingga kembali ke Indonesia.
“Kami selama ziarah rohani di sana sangat aman, tidak terjadi apa-apa," ujarnya Minggu (1/3/2026)
Namun, ia mengakui sempat ada momen yang membuat rombongan waspada.
Pada hari Kamis, pemerintah setempat mengumumkan bahwa bandara akan ditutup pada Sabtu karena adanya ancaman perang.
Seluruh warga dan pendatang diminta untuk mencari tempat yang aman.
“Kami sudah diumumkan oleh pemerintah bahwa pada hari Sabtu bandara akan ditutup karena akan ada perang dan semua diminta mencari tempat yang aman,” katanya.
Meski demikian, Jaclyn menuturkan situasi di lapangan terlihat tetap kondusif.
Warga setempat tetap beraktivitas seperti biasa, seolah tidak terjadi apa-apa.
“Warga di sana tetap beraktivitas seperti biasa. Mungkin karena mereka sudah terbiasa dengan situasi seperti itu,” ungkapnya.
Ia juga melihat para pedagang tetap berjualan seperti biasa. Bahkan, menurutnya, suasana kebersamaan antarumat beragama sangat terasa.
“Kami bisa bertemu umat Kristen dan Muslim yang baik hati. Aktivitas mereka tetap normal,” tambah Jaclyn.
Jaclyn bersyukur seluruh rangkaian ziarah rohani yang dijalaninya berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
“Pokoknya sampai kami kembali dari Israel ke Indonesia, semua berjalan dengan aman,” tandasnya (Ren)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK