TRIBUNMANADO.CO.ID – Pengalaman tak terlupakan dirasakan Jaclyn Koloay saat mengikuti ziarah rohani ke Israel beberapa waktu lalu.
Jaclyn Koloay datang bersama sejumlah gembala dari Sulawesi Utara.
Mereka semua menginap di Hotel Betlehem.
Meski sempat mendapat pengumuman terkait potensi perang dan penutupan bandara, Jaclyn memastikan seluruh rangkaian perjalanan berjalan aman hingga kembali ke Indonesia.
“Kami selama ziarah rohani di sana sangat aman, tidak terjadi apa-apa," ujarnya Minggu (1/3/2026).
Namun, ia mengakui sempat ada momen yang membuat rombongan waspada. Pada hari Kamis, pemerintah setempat mengumumkan bahwa bandara akan ditutup pada Sabtu karena adanya ancaman perang.
Seluruh warga dan pendatang diminta untuk mencari tempat yang aman.
“Kami sudah diumumkan oleh pemerintah bahwa pada hari Sabtu bandara akan ditutup karena akan ada perang dan semua diminta mencari tempat yang aman,” katanya.
Meski demikian, Jaclyn menuturkan situasi di lapangan terlihat tetap kondusif. Warga setempat tetap beraktivitas seperti biasa, seolah tidak terjadi apa-apa.
“Warga di sana tetap beraktivitas seperti biasa. Mungkin karena mereka sudah terbiasa dengan situasi seperti itu,” ungkapnya.
Ia juga melihat para pedagang tetap berjualan seperti biasa. Bahkan, menurutnya, suasana kebersamaan antarumat beragama sangat terasa.
“Kami bisa bertemu umat Kristen dan Muslim yang baik hati. Aktivitas mereka tetap normal,” tambah Jaclyn.
Jaclyn bersyukur seluruh rangkaian ziarah rohani yang dijalaninya berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
“Pokoknya sampai kami kembali dari Israel ke Indonesia, semua berjalan dengan aman,” tandasnya. (Ren)