Aplikasi Milik Pakar Informatika Deteksi 3 Hotspot di Kampar, 2 Titik Kuat Karhutla 
M Iqbal March 01, 2026 07:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Aplikasi Riau Karhutla Watch (RKW) mendeteksi tiga titik panas (hotspot) di Kampar pada Minggu (1/3/2026) siang.

Pakar informatika sebagai penemu dan pengembang aplikasi, Assoc. Prof. Dr. Rahmad Kurniawan menyebutkan, dua di antaranya dengan tingkat kepercayaan kuat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Ada 3 hotspot hari ini di Kampar. Ada yang kuat di dekat Simpang Kubu. Di Gunung Malelo juga," katanya kepada Tribunpekanbaru.com.

Paling kuat di dekat Simpang Kubu Kecamatan Kampar dengan tingkat kepercayaan (confidence level) nominal yang ditunjukkan melalui Fire Radiative Power (FRP) 16,97.

"Confidence nominal, saya anggap masih cukup valid," katanya. 

Hotspot itu terdeteksi oleh satelit NOAA-20/VIIRS. Menurut dia, VIIRS biasanya lebih sensitif dibanding MODIS dan resolusinya lebih baik," katanya. 

VIIRS singkatan dari Visible Infrared Imaging Radiometer Suite. Satelit ini milik bersama National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). 

Sedangkan MODIS singkatan dari Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer. Satelit ini NASA.

Ia mengatakan, hotspot berada di lahan dengan jenis tanah mineral. Kondisi cuaca awan pecah dengan suhu 34,4 derajat celcius dan kelembapan relatif atau Relative Humidity (RH) 40 persen. 

"Kondisi ini cenderung mendukung pengeringan dengan suhu tinggi dan kelembapan cukup rendah," ujarnya.

Sementara di Desa Gunung Malelo Kecamatan Koto Kampar Hulu dengan FRP lebih rendah, yakni 7,4. Suhu juga lebih rendah, yakni 33 derajat celcius dan RH lebih tinggi, yakni 44 persen. 

(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sihombing)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.