Skenario Pengganti Iran Jika Mundur dari Piala Dunia Amerika, Bisakah Diganti Timnas Indonesia?
rival al manaf March 01, 2026 07:54 PM

TRIBUNJATENG.COM - Spekulasi Timnas Iran mundur dari Piala Dunia 2026 mengemuka setelah Israel dan Amerika menyerang negara teluk tersebut pada Sabtu (28/2/2026).

Terlebih Timnas Iran akan memainkan seluruh laga fase grup di Amerika Serikat, negara yang menyerang mereka.

Lalu, jika Timnas Iran mundur, siapakah yang akan mengganti posisi mereka? 

Bisakah digantikan Timnas Indonesia, yang juga melaju sampai putaran empat kualifikasi Piala Dunia?

Berikut ini skenarionya dikutip tribunjateng.com dari kompas.com.

Baca juga: Foto Jasad Ali Khamenei, Terluka Akibat Proyektil di Puing Bangunan yang Hancur

Baca juga: Ini Dampak Kematian Ali Khamenei Terhadap Posisi Indonesia di Dunia Internasional

Timnas Iran merayakan kemenangan atas Wales pada laga kedua fase grup Piala Dunia 2022.
Timnas Iran merayakan kemenangan atas Wales pada laga kedua fase grup Piala Dunia 2022. (FADEL SENNA / AFP)

Perang tengah berkecamuk di Iran.

Partisipasi mereka di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pun dalam pertanyaan.

Iran berada dalam situasi perang setelah serangan militar Amerika Serikat dan Israel.

Serangan tersebut menggugurkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Kejadian tersebut mendorong Iran melakukan serangan balasan ke sejumlah kawasan di Timur Tengah, termasuk Dubai, Doha, Bahrain, dan Kuwait yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.

Kecamuk yang terjadi di Iran membuat partisipasi mereka di Piala Dunia 2026 mendatang dalam tanda tanya besar.

"Dengan apa yang terjadi hari ini, serangan oleh Amerika Serikat itu, kecil kemungkinan kami bisa menatap Piala Dunia," ujar Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, dilansir dari Marca.

Undian Piala Dunia 2026 yang digelar di Washington DC, Amerika Serikat, pada Desember 2025 silam menempatkan Iran ke Grup D.

Team Melli akan bersaing dengan Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.

Iran dijadwalkan bertanding melawan Selandia Baru (15/6/2026) dan Belgia (21/6/2026) di Los Angeles, Amerika Serikat.

Lalu, Mehdi Taremi dkk bakal menutup laga Grup D dengan menghadapi Mesir di Seattle pada 26 Juni.

Menurut media Seattle Times, panitia penyelenggara lokal Seattle mengatakan bahwa mereka "memantau" situasi yang kini terjadi kepada Iran.

Sejauh ini, pernyataan FIFA juga baru datang dari sang Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom.  

“Kami mengadakan pertemuan hari ini dan masih terlalu dini untuk memberikan komentar secara rinci, tetapi kami akan memantau perkembangan semua isu di seluruh dunia.”

“Kami telah melaksanakan undian putaran final di Washington yang diikuti oleh semua tim, dan fokus kami adalah menghadirkan Piala Dunia yang aman dengan seluruh tim berpartisipasi.”

“Kami akan terus berkomunikasi seperti biasa dengan tiga pemerintah (negara tuan rumah), sebagaimana yang selalu kami lakukan dalam setiap situasi. Semua orang akan aman,” ujar Grafstrom.

Mekanisme Berdasarkan Regulasi FIFA

Sampai kini, belum ada garansi Iran yang lolos ke Piala Dunia dalam empat edisi terakhir secara beruntun, akan memutuskan beraksi di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada Juni-Juli 2026 nanti.

Apabila Iran memilih batal tampil, FIFA punya regulasi yang mengatur tentang perubahan partisipan Piala Dunia.

Regulasi FIFA menyebutkan bahwa jika sebuah asosiasi menarik diri atau dikeluarkan dari kompetisi, Panitia P

enyelenggara “berhak memutuskan sepenuhnya berdasarkan kebijakannya sendiri dan mengambil langkah apa pun yang dianggap perlu.”

Kutipan tersebut tertuang dalam Regulasi Preliminary Competition Piala Dunia 2022 dan Piala Dunia 2026 pada bagian General Provisions.

Apabila pengunduran diri terjadi sebelum undian utama turnamen, FIFA cenderung menunjuk tim pengganti untuk mengisi slot di putaran final demi mencegah komposisi grup menjadi tidak seimbang.

Pengganti tersebut kemungkinan adalah tim dengan peringkat tertinggi yang gagal lolos via Kualifikasi Piala Dunia zona Asia.

Spekulasi pun sudah mulai muncul, dengan Irak dan Uni Emirat Arab disebut-sebut jadi calon pengganti Iran.

Namun, jika pengunduran diri terjadi tiba-tiba saat turnamen digelar, slot Iran kemungkinan akan dibiarkan kosong dan lawan-lawannya akan dinyatakan menang melalui walkover. (*)

Sumber: kompas.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.