Mahasiswa UTU Serahkan Alat Peringatan Dini Banjir ke Desa Gajah Ayee Pidie
Saifullah March 01, 2026 11:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat menyerahkan alat pendeteksi banjir berbasis Internet of Things (IoT) kepada masyarakat Desa Gajah Ayee, Kabupaten Pidie, Kamis (26/2/2026) lalu.

Penyerahan dilakukan melalui Pemerintah Kecamatan Pidie sebagai bagian dari Program Mahasiswa Berdampak untuk Pemulihan Bencana di Sumatera.

Program tersebut melibatkan 50 mahasiswa dari tujuh program studi berbeda dan didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek). 

Kegiatan ini merupakan respons atas banjir yang kerap melanda Desa Gajah Ayee, yang secara geografis berada di wilayah hilir sehingga rawan terdampak limpasan air dan kenaikan debit sungai secara tiba-tiba.

Tim pengabdian dipimpin dosen Program Studi (Prodi) Teknik Sipil, Delfian Masrura, MT, CRA, CRP, bersama anggota Fitry Hasdanita, ST, MT, dan Ir Arrazy Elba Ridha, SST, MT. 

Mereka mendampingi mahasiswa selama satu bulan penuh pelaksanaan program di lapangan.

Ketua Tim, Delfian menjelaskan, alat tersebut dilengkapi sensor tinggi muka air, sistem notifikasi berupa sirine, serta pengiriman informasi melalui jaringan seluler. 

Baca juga: Mahasiswa UTU Diterjunkan Dukung Pemulihan Pasca Bencana di Aceh Barat

Dengan sistem itu, warga dapat memperoleh peringatan lebih cepat untuk melakukan evakuasi mandiri maupun menyelamatkan barang berharga.

“Alat ini dirancang sederhana agar mudah dipelihara dan dapat dioperasikan langsung oleh perangkat desa,” kata Delfian.

“Kami juga telah memberikan pelatihan teknis kepada aparatur dan kelompok masyarakat,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Selain pemasangan alat peringatan dini, mahasiswa UTU turut menjalankan sejumlah program pendukung mitigasi bencana.

Di antaranya penanaman pohon di bantaran sungai untuk menahan abrasi, pemetaan titik rawan banjir dan jalur evakuasi, gotong royong pembersihan sungai, pengukuran tingkat pH air untuk konsumsi, serta sosialisasi pengelolaan lingkungan.

Seluruh kegiatan melibatkan kelompok PKK, petani, pemuda, dan aparatur gampong sebagai bentuk penguatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan desa.

Setelah satu bulan pengabdian, mahasiswa dilepas secara resmi oleh Keuchik Desa Gajah Ayee, Husaini. 

Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa UTU.

Baca juga: Keren! Mahasiswa UTU Bangun Website Wisata Digital Leang-Leang Maros Sulsel

“Ini bukan hanya tentang alat, tetapi juga transfer pengetahuan dan kepedulian kepada masyarakat. Kami berharap kerja sama dengan kampus dapat terus berlanjut,” katanya.

Sekretaris Camat Pidie, Rangga Fadila turut mengapresiasi dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Mahasiswa Berdampak. 

Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi hadir memberikan solusi konkret berbasis sains dan teknologi.

Program ini dinilai sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek penanganan perubahan iklim, inovasi dan infrastruktur, serta penguatan ketahanan terhadap bencana. 

Pendekatan berbasis IoT diharapkan menjadi solusi adaptif menghadapi meningkatnya intensitas curah hujan ekstrem.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.