Kemen PU RI Tinjau Langsung Jembatan Wih Kanis Bener Meriah, Pembangunan akan Segera Dilakukan
Sri Widya Rahma March 02, 2026 12:54 AM

TribunGayo.com, REDELONG - Setelah harus bertaruh nyawa menyebrang jembatan darurat yang sudah rapuh, kini masyarakat Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, akan segera merasakan akses jalan yang layak.

Baca juga: Ribuan Warga Mesidah Bener Meriah Masih Harus Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Wih Kanis

Pasalnya, Jembatan Wih Kanis yang menjadi penghubung utama bagi 14 desa di Kecamatan Mesidah, dipastikan akan segera dibangun.

Kepastian tersebut terdengar setelah Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia (Kemen PU RI) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Bener Meriah melakukan survei langsung ke lokasi pada Minggu (1/3/2026).

Pembangunan Dilakukan Secara Bertahap

Namun, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPKP Bener Meriah, Alpahmi meminta masyarakat memahami bahwa pembangunan jalan dan jembatan harus melalui tahapan perencanaan serta mekanisme administrasi sesuai aturan yang berlaku. 

“Kami mohon masyarakat bersabar. Pemulihan akses jalan dan jembatan tidak bisa dilakukan secara serta-merta, tetapi harus melalui proses dan tahapan,” jelasnya. 

Oleh karena itu, sebelum pembangunan jembatan permanen dilaksanakan, pemerintah terlebih dahulu akan membangun jembatan darurat berbahan rangka baja guna menjamin mobilitas masyarakat tetap berjalan. 

“InsyaAllah dalam bulan Ramadan ini pembangunan jembatan darurat sudah mulai dikerjakan. Hari ini kami bersama perwakilan Kementerian PU dan BNPB Pusat telah melakukan survei langsung di lokasi,” ujar Alpahmi. 

Menurutnya, pemerintah daerah selama ini terus melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan pihak kementerian guna mempercepat pembangunan infrastruktur yang rusak di wilayah Bener Meriah. 

“Pemerintah tidak pernah diam. Kami terus berupaya, menyurati kementerian dan melakukan koordinasi agar pembangunan Jembatan Wih Kanis bisa segera terlaksana,” ungkap Alpahmi.

Baca juga: Jembatan Bailey Wih Kanis Bener Meriah Rampung, Akses Menuju Syiah Utama Kembali Terbuka

Warga Lewati Jembatan Darurat ang Dibuat Swadaya

Sebelumnya, ribuan warga dari 14 kampung di Kecamatan Mesidah masih harus bertaruh nyawa melewati jembatan bambu Wih Kanis yang kian rapuh.

Jembatan ini sebelumnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat untuk menghubungkan kembali akses jalan warga dari Kecamatan Mesidah dan Bandar.

Namun tiga bulan pascabanjir bandang 26 November 2025 lalu, struktur jembatan yang dibuat dari bambu sepanjang 30 meter kini mulai goyah dan belum ada tanda-tanda perbaikan secara permanen.

Padahal akses jalan ini menjadi satu-satunya urat nadi ekonomi bagi warga disana, mesti hanya bisa di akses menggunakan roda dua.

Kondisi di lapangan menunjukkan pemandangan yang menyayat hati, para petani harus bersusah payah membawa hasil kebun menuju Pondok Baru dengan perasaan waswas jika sewaktu-waktu jembatan itu roboh ke dasar sungai yang deras.

Jembatan permanen sebelumnya hancur diterjang banjir bandang dan longsor yang sempat mengisolasi warga di Kecamatan Mesidah. 

Namun dalam kondisi darurat, warga bergotong royong membangun jembatan bambu agar aktivitas tidak sepenuhnya lumpuh.

Sejak saat itu warga disana hanya mengandalkan jembatan sederhana tersebut.

Petani, pedagang, hingga ibu rumah tangga setiap hari harus melewati jembatan yang jauh dari kata aman. (*)

Baca juga: Jembatan Darurat Menghubungkan 5 Desa di Kemukiman Wihni Aceh Tengah Rampung Dibangun

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.