Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - KM Almujib diduga ditabrak kapal tongkang di perairan sekitar Pulau Rakit atau Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu (28/2/2028).
Kecelakaan laut yang terjadi kira-kira pukul 22.00 WIB tersebut mengakibatkan dua anak buah kapal (ABK) KM Almujib meninggal dunia, empat hilang, dan dua lainnya dinyatakan selamat.
Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara diketahui KM Almujib bertolak dari Karangsong, Indramayu, pada Sabtu siang kira-kira pukul 13.00 WIB.
Baca juga: Identitas 8 Korban ABK KM Almujib yang Ditabrak Tongkang di Perairan Sekitar Pulau Biawak Indramayu
Menurut dia, KM Almujib yang dinahkodai Jupri Priyanto dan mengangkut delapan ABK itu berlayar menuju Pulau Biawak untuk mencari ikan, dan ketika sampai langsung menebar jala.
"Para ABK tersebut langsung beristirahat ketika selesai menebar jala, dan posisi mesin kapalnya mati," ujar Asep Suryana saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Minggu (1/3/2026) malam.
Ia mengatakan, salah seorang ABK terbangun kira-kira pukul 22.00 WIB, dan melihat kapal tongkang bernomor lumbung 3009 sudah mendekati KM Almujib yang kondisi mesinnya mati.
Baca juga: Tragedi Laut di Indramayu, KM Almujib Ditabrak Kapal Tongkang, Enam ABK Jadi Korban
Karenanya, kapal tongkang tersebut langsung menabrak lumbung kiri KM Almujib, dan mengakibatkan benturan keras selama kira-kira 10 menit hingga air masuk ke dalam kapal.
Akibatnya, KM Almujib tenggelam, dan dalam situasi mencekam tersebut para ABK berupaya menyelamatkan diri melalui berpegangan ke jeriken maupun stereofoam atau gabus sintetis.
"Dua korban yang meninggal dunia sempat berpegangan pada tali kapal tongkang, tetapi tidak kuat dan terlepas, kemudian ditemukan sudah tidak bernyawa," kata Asep Suryana.
Baca juga: Identitas 8 Korban ABK KM Almujib yang Ditabrak Tongkang di Perairan Sekitar Pulau Biawak Indramayu
Asep menyampaikan, terdapat dua ABK KM Almujib yang selamat dalam kejadian itu setelah berpegangan pada jeriken bekas wadah solar, dan gabus sintetis atau stereofoam.
Keduanya pun diselamatkan KM Sri Mulya pada Minggu dinihari kira-kira pukul 04.30 WIB usai terombang-ambing di lautan hampir semalaman, dan langsung dievakuasi ke daratan.
Jenazah dua ABK KM Almujib yang meninggal dunia pun telah dievakuasi KM Cahaya Langgung, dan langsung dibawa ke Karangsong, Indramayu, untuk diserahkan kepada pihak kepolisian.
Baca juga: Tragedi Laut di Indramayu, KM Almujib Ditabrak Kapal Tongkang, Enam ABK Jadi Korban
Sementara empat ABK KM Almujib hingga kini dinyatakan hilang, dan petugas Polres Indramayu telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melaksanakan operasi pencarian.
"Saat ini, kami masih menyelidiki kapal tongkang yang diduga menabrak KM Almujib, dan barang bukti bangkai kapal KM Almujib juga ditemukan mengapung di sekitar lokasi kejadian," ujar Asep Suryana.