SURYA.co.id – Warga Kota Surabaya diimbau mewaspadai kondisi cuaca yang cenderung berawan sepanjang hari pada Minggu, 2 Maret 2026.
Data prakiraan resmi dari BMKG Juanda menunjukkan tidak ada potensi hujan signifikan, namun suhu udara relatif tinggi.
Sejak dini hari hingga malam, langit Surabaya diperkirakan tertutup awan tipis.
Kondisi ini berpotensi menahan panas di permukaan.
Akibatnya, suhu siang hari dapat terasa lebih gerah dari biasanya.
Angin barat bertiup cukup kencang dan bisa memengaruhi aktivitas luar ruang.
Warga perkotaan diharapkan tetap menjaga kondisi fisik.
Aktivitas luar ruangan sebaiknya disesuaikan dengan waktu yang lebih nyaman. Informasi ini penting bagi masyarakat yang berencana beraktivitas sepanjang hari.
Pada pagi hari, mulai pukul 01.00 hingga 07.00 WIB, cuaca Surabaya diprakirakan berawan.
Suhu udara masih relatif sejuk, berada di kisaran bawah dari rentang harian, sehingga cukup nyaman untuk aktivitas awal seperti olahraga ringan atau perjalanan kerja.
Memasuki siang hingga sore hari, sekitar pukul 10.00 sampai 16.00 WIB, kondisi berawan tetap mendominasi.
Suhu udara meningkat signifikan dan dapat mencapai 34 derajat Celsius.
Angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan sekitar 28 km/jam, membantu sirkulasi udara namun belum cukup meredam rasa panas.
Pada malam hari, mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB, cuaca Surabaya masih berawan.
Suhu udara perlahan menurun, namun kelembapan tetap terasa. Kondisi ini relatif stabil untuk aktivitas malam hari tanpa gangguan cuaca ekstrem.
Warga Surabaya disarankan memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung kepala saat beraktivitas di siang hari, serta mengatur jadwal kegiatan luar ruang agar terhindar dari paparan panas berlebih.
Tetap pantau pembaruan prakiraan cuaca untuk mengantisipasi perubahan kondisi secara mendadak.
Sebelumnya, hujan dengan intensitas sedang hingga deras sempat mengguyur sejumlah wilayah di Surabaya pada Jumat malam, 27 Februari 2026.
Menyikapi kondisi tersebut, aparat kewilayahan melakukan pemantauan langsung di titik-titik yang selama ini dikenal rawan genangan.
Monitoring dilakukan untuk memastikan tidak terjadi gangguan serius terhadap aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas.
Dikutip SURYA.co.id dari unggahan instagram Kecamatan Sukomanunggal, hasil pemantauan menunjukkan kondisi jalan masih aman dilalui kendaraan.
Sejumlah ruas utama yang dipantau terpantau bebas genangan meski hujan turun cukup intens.
Pemantauan dilakukan di beberapa lokasi, antara lain Jalan Simomulyo 1 dan kawasan Simo Rukun.
Selain itu, Jalan Raya Simo Kalangan serta Jalan Raya Simo Gunung Barat juga menjadi fokus pengawasan.
Dari hasil pengecekan di lapangan, tidak ditemukan genangan air yang berpotensi menghambat lalu lintas.
Petugas mencatat bahwa sistem drainase di kawasan tersebut masih berfungsi dengan baik.
Arus kendaraan terpantau ramai namun tetap lancar, tanpa laporan kemacetan akibat cuaca.
Meski hujan turun cukup deras pada malam hari, kondisi lalu lintas di wilayah Sukomanunggal relatif terkendali.
Pengguna jalan tetap dapat melintas dengan normal, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Aparat terus bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan cuaca secara mendadak.
Langkah monitoring ini dilakukan sebagai upaya preventif guna meminimalkan risiko banjir dan memastikan keselamatan pengguna jalan di wilayah Surabaya Barat.
Pihak kecamatan mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat berkendara di tengah cuaca hujan.
Pengendara diminta mengurangi kecepatan untuk menghindari kecelakaan akibat jalan licin serta menjaga jarak aman antar kendaraan.
Masyarakat juga diharapkan aktif melaporkan apabila menemukan genangan air atau kondisi jalan yang berpotensi membahayakan, agar dapat segera ditangani oleh petugas terkait di Kota Surabaya.