Benarkah 1 dari 200 Pria Modern adalah Keturunan Genghis Khan?
GH News March 02, 2026 06:08 AM
Jakarta -

Ada 'mitos' populer yang mengatakan satu dari 200 pria modern di dunia ini merupakan keturunan Genghis Khan. Namun, sebenarnya anggapan ini bukan benar-benar mitos.

Pasalnya, sebuah studi pada 2003 memperkirakan sekitar 0,5 persen dari seluruh pria di dunia, atau sekitar 1 dari 200, merupakan keturunan Genghis Khan. Walau pendapat ini sempat ada, studi terbaru membantahnya.

Penelitian terbaru ini disusun oleh Ayken Askapuli dkk dan telah terbit dalam jurnal PNAS dengan judul "Genomes of the Golden Horde Elites and their implications for the rulers of the Mongol Empire" pada 19 Februari 2026.

Kenapa Genghis Khan Disebut Banyak Keturunan?

Dalam studi ini, ada jauh lebih sedikit orang yang hidup saat ini, yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Genghis Khan daripada yang sebelumnya diyakini.

Khan menyatukan suku-suku Mongol dan menaklukkan sebagian besar wilayah China utara dan Asia Tengah. Wilayah kekuasaannya membentang dari Korea di timur hingga Laut Kaspia di barat. Para penerusnya kemudian memperluas kekaisaran ke Persia, Rusia, dan sebagian Timur Tengah dan Eropa.

Khan merupakan pendiri kekaisaran daratan terluas dalam sejarah. Dahulu ia memiliki banyak istri dan selir serta memiliki puluhan anak dari mereka. Beberapa perkiraan menyebutkan jumlahnya mencapai 100.

Dua dekade lalu, para peneliti menemukan sekitar 8 persen pria di sebagian besar Asia memiliki garis keturunan kromosom Y yang sangat mirip yang kemungkinan berasal sekitar 1.000 tahun yang lalu di Mongolia, sekitar masa Genghis Khan.

Maka dari itu, jika diekstrapolasi secara global, studi pada 2003 tersebut memperkirakan sekitar 1 dari 200 pria kemungkinan merupakan keturunan sang kaisar Mongol.

Sedangkan pada studi terbaru, terungkap kemungkinan yang lebih rumit.

Misteri Makam Genghis Khan

Dikutip dari Independent, dengan menelusuri cerita rakyat setempat dan bukti genetik di Kazakhstan saat ini, para arkeolog mempersempit temuan pada sisa-sisa elite penguasa dari Gerombolan Emas (Golden Horde), perluasan wilayah barat laut Kekaisaran Mongol.

Perluasan kekaisaran ini didirikan dan diperintah oleh putra sulung Genghis Khan, Joshi, dan keturunannya. Cerita rakyat setempat menunjukkan salah satu sisa-sisa dari empat makam yang dianalisis dalam studi baru ini mungkin milik Joshi sendiri.

"Kami yakin ini adalah bukti DNA kuno pertama yang mendukung garis keturunan genomik para elite penguasa di Gerombolan Emas," kata Ayken Askapuli, penulis utama.

Para ilmuwan menemukan individu-individu yang dimakamkan memang merupakan bagian dari garis keturunan kromosom Y yang sama, tetapi sub-cabang tertentu, tidak seumum cabang yang lebih besar. Ini menunjukkan garis keturunan kromosom Y yang terlihat pada para laki-laki yang hidup saat ini mungkin bukan garis keturunan langsung Khan.

Para peneliti menduga garis keturunan tersebut kemungkinan muncul 1.000 tahun sebelum Khan membangun kerajaannya. Di sisi lain, sampai tempat pemakaman Genghis Khan sendiri ditemukan, para peneliti tidak dapat memastikannya.

Genghis Khan dimakamkan secara rahasia di kuburan tanpa tanda yang diratakan oleh ratusan kuda dan benih ditaburkan di area tersebut untuk menyatukannya dengan padang rumput liar.

Cerita rakyat menyebutkan para budak yang membangun makam Khan dan para prajurit yang mengawal mereka ke lokasi pemakaman kemudian dibantai.

"Pada intinya, penelitian ini memberikan bukti DNA kuno yang memajukan pemahaman kita tentang latar belakang genetik elite Mongolia dan dinamika populasi di Eurasia Tengah," kata para peneliti.

Novia Aisyah
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.