Jersey Jadi Penanda Linimasa Pemain Sepakbola, Kolektor Nilai Pertandingan adalah Kenangan Abadi
M Syofri Kurniawan March 02, 2026 06:10 AM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bagi sebagian orang, jersey bola mungkin hanyalah pakaian pertandingan.

Namun bagi Fachri Anantyo, warga Sendang Utara, Gemah, Pedurungan, Semarang, lembaran kain itu punya nilai sejarah tentang gol, trofi, dan momen yang tak terulang dalam tiap potongannya.

Pria kelahiran Semarang, 4 Februari 1996 itu, awalnya tak pernah membayangkan hobinya akan berkembang sejauh ini.

Semua bermula dari keinginan sederhana yaitu memiliki jersey original klub ternama asal Spanyol Barcelona karena ia memang seorang 'cules', sebutan untuk fans Barca.

Yang unik, ia mengoleksi jersey home Barcelona dengan namesheet (Nama dan nomor punggung) khusus Lionel Messi yang lengkap mulai dari ketika Lionel Messi menjalani debut untuk Barcelona di tahun 2004 hingga musim terakhir Messi di Barcelona tahun 2021.

TUNJUKKAN KOLEKSI - Pengoleksi jersey Messi, Fachri Anantyo, saat ditemui di kediamannya, kemarin.

"Awalnya cuma pengen punya jersey Barcelona saja. Tahun 2016 beli jersey original pertama, harganya Rp160 ribu, via online. Dulu di X ada akun jerseyforum, tiap Sabtu banyak yang jual jersey original murah," ungkapnya saat berbincang dengan TribunJateng.com di kediamannya.

Dari satu jersey, koleksi jersey bertuliskan Messi kini berkembang menjadi sekitar 30 potong.

Bukan hanya jersey Barcelona, namun juga jersey tim nasional Argentina yang bertuliskan Messi.

Menariknya, Fachri sebenarnya tidak langsung fokus pada Messi.

Di awal masa koleksinya, ia justru mengoleksi jersey dengan nameseet Neymar, sejak sang pemain debut bersama Barcelona.

Namun sebuah obrolan santai dengan sesama kolektor mengubah arah koleksinya.

"Waktu itu ada yang bilang, lebih baik koleksi nameset Messi saja. Selain asli La Masia, prestasinya juga lebih konsisten,” ujarnya.

Sekitar 2017, ia pun beralih fokus ke Messi. Keputusan itu terasa makin tepat ketika Neymar hengkang dari Barcelona ke PSG tak lama kemudian.

Sejak saat itu, koleksi Fachri menjadi semacam linimasa perjalanan Messi, baik bersama Barcelona maupun Timnas Argentina. Ia mengaku lebih banyak mengoleksi jersey home Barcelona dan Argentina.

Baginya, jersey-jersey itu bukan sekadar barang, melainkan cara mengabadikan momen.

"Yang utama sih pengen mengabadikan momen-momen Messi pas bareng Barcelona dan Argentina. Jadi tiap jersey ada ceritanya," katanya.

Berburu jersey incaran tak selalu berjalan lancar.

Salah satu pengalaman paling berkesan terjadi setelah Messi membawa Argentina menjuarai Copa América 2021 gelar besar pertama Messi bersama tim nasional senior.

Saat itu, Fachri sudah berhasil check out jersey edisi juara dari sebuah toko di Malaysia. 

Namun kebahagiaannya tak bertahan lama.

"Tiba-tiba dibatalkan pihak toko, katanya sold out. Sampai sekarang barangnya kayak hilang. Ada sih yang jual, tapi harganya sudah naik berkali-kali lipat," tuturnya.

Beruntung, ia akhirnya mendapatkan satu dari toko lain, meski harus lebih cepat dan sigap dari kolektor lain.

Soal jersey match worn (MW) yang benar-benar dipakai pemain di lapangan, Fachri memilih belum mengoleksinya. Selain harganya bisa mencapai dua hingga tiga digit juta rupiah, ukuran jersey MW umumnya kecil dan sulit dikenakan.

"Saya juga kurang suka karena nggak bisa dipakai. Kalau koleksi saya, masih bisa dipakai sesekali. Yang penting original!," ujarnya.

Berburu jersey

Untuk mendapatkan jersey-jersey idaman, Fahry Anantyo mencarinya dari berbagai sumber, sesama kolektor, forum jual beli, hingga toko offline di Semarang. Hobi ini juga membawanya pada jejaring pertemanan baru.

"Serunya bisa dapat teman baru, dapat info jersey murah atau yang rare. Perawatannya juga lebih mudah dibanding koleksi sepatu," katanya.

Tak jarang, sosok yang juga hobi nonton film dan bola ini membantu teman-temannya sesama fans Barcelona mencarikan jersey tertentu.

Permintaan terbanyak biasanya jersey Barcelona musim 2010/2011 dan 2014/2015, musim treble dan kejayaan Liga Champions.

Selain Barcelona, ia juga setia mendukung Tim Nasional Indonesia, dan PSIS Semarang.

Baginya, sepakbola bukan hanya soal menang atau kalah, tapi tentang kenangan yang melekat.

Di lemari rumahnya di kawasan Sendang Utara, Gemah, Pedurungan, Semarang, tersimpan puluhan jersey yang masing-masing punya cerita.

Dari pembelian pertama seharga Rp160 ribu hingga perburuan dramatis jersey Copa América, semua menjadi penanda perjalanannya sebagai seorang penggemar.

Bagi Fachri, selama Messi masih dikenang sebagai legenda, selama itu pula koleksinya akan terus bertambah sebagai arsip pribadi tentang cinta, loyalitas, dan sejarah yang ditulis di atas rumput hijau. (F Ariel Setiaputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.