Sosok Mojtaba Khamenei, Diprediksi Naik Takhta Pasca Kematian Sang Ayah, Dinasti Khamenei Berlanjut?
jonisetiawan March 02, 2026 06:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada Sabtu (28/2/2026) tidak hanya mengguncang stabilitas kawasan, tetapi juga membuka kembali perdebatan lama mengenai suksesi kekuasaan di Republik Islam.

Di tengah situasi genting itu, satu nama kembali mengemuka dan menjadi sorotan utama: Seyyed Mojtaba Khamenei, putra kedua Khamenei.

Ayahnya, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan udara di kantornya bersama sekitar 40 komandan senior. 

Tragedi tersebut juga merenggut nyawa sejumlah anggota keluarga dekat Khamenei, termasuk putrinya, menantu laki-laki, cucu, dan menantu perempuannya.

Baca juga: Rekam Jejak Ali Khamenei, Usia 11 Tahun Sudah Jadi Ulama, Jadi Pejuang Revolusioner Sejak Muda!

Disiapkan Secara Senyap Selama Dua Tahun

Laporan Bhaskar English pada Minggu (1/3/2026) menyebut bahwa persiapan untuk mendorong Mojtaba ke posisi tertinggi Republik Islam telah berlangsung setidaknya dalam dua tahun terakhir.

Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Iran mengenai pencalonan tersebut.

Media juga mengungkap bahwa pada 2024, Ayatollah Ali Khamenei diduga telah memberikan sinyal internal terkait kemungkinan Mojtaba sebagai penerus, seiring memburuknya kondisi kesehatannya.

Dalam konteks itu, Majelis Ahli lembaga yang berwenang memilih dan mengawasi Pemimpin Tertinggi dilaporkan menggelar diskusi rahasia pada 26 September 2024 untuk membahas skenario suksesi.

Disebutkan pula bahwa Khamenei meminta anggota terpilih Majelis Ahli untuk membicarakan isu tersebut secara tertutup dan individual.

Meski Mojtaba dikabarkan mendapat dukungan kuat dari kalangan ulama berpengaruh, keputusan akhir tetap sepenuhnya berada di tangan Majelis Ahli yang beranggotakan 88 ulama.

ALI KHAMENEI TEWAS - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dikonfirmasi tewas oleh kantor berita Iran. Dia meninggal di tengah gempuran serangan udara Israel dan Amerika Serikat, Sabtu (28/2/2026).
ALI KHAMENEI TEWAS - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dikonfirmasi tewas oleh kantor berita Iran. Dia meninggal di tengah gempuran serangan udara Israel dan Amerika Serikat, Sabtu (28/2/2026). (Instagram/@khamenei.english_)

Figur yang Tak Asing di Balik Layar Kekuasaan

Di Iran, Mojtaba Khamenei bukan sosok baru. Ia dikenal memiliki pemahaman mendalam dalam teologi Islam serta kemampuan menjaga jejaring pengaruh di lingkaran keagamaan dan politik.

Sorotan internasional terhadap namanya menguat secara signifikan saat krisis pemilihan presiden Iran tahun 2009.

Pemilu tersebut dimenangi presiden garis keras Mahmoud Ahmadinejad atas penantang reformis Mir Hossein Mousavi. Tuduhan kecurangan masif memicu gelombang protes besar di berbagai kota Iran.

Sejumlah analis dan pengamat menilai Mojtaba memainkan peran penting di balik layar dalam mengelola respons negara terhadap gejolak tersebut, meskipun ia tidak memegang jabatan pemerintahan formal.

Sejak saat itu, pengaruh Mojtaba dilaporkan terus tumbuh secara konsisten. Ia dikenal rendah profil, jarang tampil di hadapan publik, dan hampir tidak pernah berpidato layaknya ayahnya.

Namun, laporan menyebut bahwa sejumlah individu yang dekat dengannya menempati posisi strategis di lembaga intelijen dan institusi negara utama, memperkuat otoritas informalnya dalam struktur kekuasaan Iran.

Baca juga: Ali Larijani Diyakini Ambil Alih Kendali Iran, Orang Kepercayaan Khamenei Siap Hadapi Trump!

Dinamika Baru Suksesi Iran

Pengaruh Mojtaba disebut semakin menguat setelah Ebrahim Raisi menjabat sebagai Presiden Iran. Pada periode tersebut, spekulasi mengenai persiapan Mojtaba untuk peran kepemimpinan yang lebih besar kian menguat di kalangan elite politik dan ulama.

Namun, wafatnya Raisi kemudian mengubah peta politik dan membuka kembali berbagai kemungkinan dalam dinamika suksesi. Kekosongan figur sipil kuat di tingkat nasional membuat posisi Pemimpin Tertinggi menjadi semakin krusial sebagai jangkar stabilitas sistem.

Seberapa Besar Kekuasaan Pemimpin Tertinggi Iran?

Di Iran, jabatan Pemimpin Tertinggi atau Rahbar merupakan otoritas tertinggi negara. Posisi ini mengendalikan lembaga-lembaga utama, termasuk militer, peradilan, dan aparat keamanan.

Pemimpin Tertinggi juga bertindak sebagai Panglima Tertinggi angkatan bersenjata serta pengambil keputusan final dalam urusan pemerintahan, kebijakan luar negeri, dan kehidupan sosial-politik.

Baca juga: Trump Bersumpah Bombardir Iran Tanpa Henti Pasca Kematian Khamenei: Rebut Kembali Negara Kalian!

Iran menjadi salah satu dari sedikit negara di dunia di mana pemimpin agama memegang kekuasaan politik tertinggi. Peran Rahbar kerap disamakan dengan Paus di Vatikan, yang menggabungkan otoritas spiritual dan administratif dalam satu figur.

Sejak Revolusi Iran 1979, hanya dua tokoh yang pernah menduduki posisi ini: Ayatollah Ruhollah Khomeini dan Ayatollah Ali Khamenei, yang memerintah selama 37 tahun sejak 1989.

Keberadaan presiden, parlemen, Dewan Penjaga, dan Majelis Ahli tidak mengurangi dominasi Pemimpin Tertinggi dalam struktur kekuasaan Republik Islam.

Kini, di tengah duka, konflik, dan ketidakpastian, nama Mojtaba Khamenei berdiri di persimpangan sejarah antara kesinambungan dinasti kekuasaan dan pertaruhan masa depan Republik Islam Iran.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.