TRIBUNMATARAMAN.COM, PONOROGO - Pembagian takjil oleh salah satu komunitas di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, diwarnai kericuhan, Minggu (1/3/026).
Kegiatan itu digelar di Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo.
Pantauan TribunMataraman.com, warga yang ingin mendapatkan takjil sudah antre sejak pukul 16.00 wib.
Bahkan mereka yang ingin mendapatkan takjil nyaris memakan separuh jalan.
Akan tetapi warga ditengarai tidak sabar.
Sekitar pukul 16.55 wib, warga yang sudah antre meringsek ke depan. Mereka memaksa panitia untuk membuka truk boks yang berisi takjil yang akan dibagikan.
Panitia pun kewalahan dan membuka truk boks yang berisi takjil. Namun kondisi semakin ricuh. Warga meringsek kedepan, berebut takjil yang dibagikan.
Beberapa emak-emak yang membawa anak pun tak mau kalah. Mereka bahkan ada yang tergencet karena mau merebut takjil namun tidak bisa.
“Aduh tolong, tolong,” ungkap salah satu emak-emak yang ikut war takjil di lokasi.
Baca juga: Ledakan Petasan di Ponorogo Jelang Waktu Berbuka, Dugaan Sementara Akibat Peracikan Mercon
Salah satu emak-emak yang ikut war takjil, Sri Wahyuni menyatakan memang niat war takjil.
“Kita orang gak mampu ibaratnya ya ini rebutan takjil,” katanya.
Dia kemudian memperlihatkan takjil yang didapatkan.
“Dapat nasi dengan lauk ayam krispy. Alhamdulillah bisa untuk berbuka,” tegas warga Kelurahan Tambakbayan itu.
Warga lain, Luis Marcelino menyatakan bahwa niat berebut takjil. Lantaran ini adalah kegiatan setahun sekali dan tidak setiap hari dilakukan.
“Tidak kondusif tadi. Saya menunggu dari setengah 5 sore ndak segera dibuka. Akhirnya langsung rebutan,” papar Luis,
Panitia pembagian takjil, Hariyadi menyatakan bahwa ini adalah kegiatan tahunan dari komunitas Paseduluran Tanpo Akhir.
“Hari ini ada 1.000 paket. Hari ini silaturahmi juga berbagi takjil. Kegiatan bamyak. Untuk bagi takjil sejak 2017 kami lakukan,” terang Hariyadi.
Terkait rebutan takjil, dia menyebut kondisinya berbeda ketika berbagi takjil di kecamatan kota maupun di kecamatan pinggiran.
“Dulu di pinggiran seperti di Sumoroto. Biasanya hanya di traffic light. Ketika lampu merah kami bagikan. Ini baru pertama di kota. Nanti kami perbaiki,” pungkasnya
(Pramita Kusumaningrum/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik