TRIBUNJAMBI.COM – Sebuah rekaman video berdurasi singkat telah merobek rasa kemanusiaan warga Kota Jambi akhir pekan ini.
Bukan tentang kemacetan atau kecelakaan biasa, melainkan drama domestik yang tumpah ke aspal panas di depan Simpang Gos, Sungai Kambang, Telanaipura, Minggu (1/3/2026) siang.
Di bawah terik pukul 11.00 WIB, seorang pria yang seharusnya menjadi tameng pelindung, justru mengubah sepeda motornya menjadi senjata.
Ia tega menumburkan tunggangannya ke arah seorang wanita dan anak kecil yang tak berdaya.
Insiden ini memicu debat panas di jagat maya: Antara amarah pada pelaku, rasa iba pada korban, dan kritik tajam bagi sang perekam.
Trauma yang Dipanen di Pinggir Jalan
Kekerasan fisik yang berulang kali terekam dalam video tersebut bukan sekadar angka dalam statistik kriminalitas.
Warganet menyoroti dampak psikologis yang jauh lebih mengerikan bagi sang bocah yang berdiri di sana.
"Dinikahin bukan dilindungi, malah disakitin di depan anak pula. Ini akan jadi trauma sampai dia dewasa," tulis akun @fit*** di kolom komentar.
Baca juga: Suami Tumburkan Motor ke Anak Istri di Telanaipura Jambi, Videonya Viral
Baca juga: Niat Lebaran di Rumah, Buron Penusukan di Jambi Diringkus Tim Macan
Pakar media sosial menyebut fenomena ini sebagai 'violence porn', di mana kekerasan terjadi namun orang di sekitar lebih memilih menggenggam ponsel daripada mengulurkan tangan.
Sudut pandang paling menarik dari polemik ini adalah munculnya kritik terhadap si perekam video.
Di satu sisi, video ini menjadi bukti kuat bagi kepolisian, namun di sisi lain, ada jeritan moral tentang hilangnya empati instan.
Beberapa warganet bahkan menyarankan agar warga yang hendak menolong membekali diri karena pelaku KDRT di ruang publik cenderung memiliki emosi yang tidak stabil.
Namun, bagi sebagian besar masyarakat Jambi, aksi "menumburkan motor" sudah melampaui batas pertengkaran rumah tangga biasa dan masuk dalam kategori percobaan pembunuhan atau penganiayaan berat.
Menanti Tangan Besi Hukum
Kasus di Sungai Kambang ini menjadi pengingat pahit bahwa kekerasan dalam rumah tangga bisa meledak di mana saja, kapan saja, dan seringkali disaksikan oleh banyak pasang mata yang terdiam kaku.
DISCLAIMER
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau melakukan tindak pidana lainnya segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau profesional di puskesmas/rumah sakit terdekat atau pihak berwajib.
Baca juga: Fakta Tewasnya Khamenei: CIA Intai Berbulan-Bulan, Dibom saat Rapat
Baca juga: Naik, Perhiasan di Jambi Rp9.350.000 per Mayam, 2/3/2026 Emas Antam Rp3.135.000
Baca juga: Peringati Bulan K3 2026, Sinar Mas Agribusiness and Food Perkuat Keselamatan Kerja