Hasil Uji Lab Dugaan Keracunan MBG di Ketapang Sudah Keluar, Satgas Tunggu Rapat Internal
Rivaldi Ade Musliadi March 02, 2026 11:29 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dalam kasus dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, akhirnya telah keluar.

Sebelumnya, ratusan siswa, guru hingga petugas MBG dilaporkan mengalami gejala mual, muntah dan lemas usai mengonsumsi menu program MBG. 

Dugaan sementara mengarah pada menu yang dibagikan pada Rabu, 4 Februari 2026. Namun, gejala baru dirasakan para siswa dan penerima manfaat pada Kamis, 5 Februari 2026. 

Jumlah pasien terus bertambah hingga Jumat, 6 Februari 2026, dan tercatat mencapai 340 orang berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, sampel makanan yang diduga menjadi penyebab langsung diamankan dan dikirim ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. 

• Deretan Masjid di Kecamatan Manis Mata Ketapang Lengkap dengan Alamat

Pengujian dilakukan guna mengetahui kandungan dalam makanan serta memastikan ada tidaknya unsur yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Ketapang yang juga menjabat sebagai Kepala Bappeda Ketapang, Harto, membenarkan bahwa hasil uji dari BPOM tersebut telah diterima. 

Namun, ia belum dapat membeberkan secara rinci isi hasil pemeriksaan tersebut kepada publik.

"Informasi memang dari Dinas Kesehatan hasilnya sudah keluar, betul. Hanya saja  saya belum bisa mengungkapkan apa hasilnya, belum tahu hasilnya," ujarnya saat dikonfirmasi Tribunpontianak.co.id, Senin 2 Maret 2026. 

Ia menjelaskan, hasil uji laboratorium tersebut akan dibahas terlebih dahulu dalam rapat internal bersama tim Satgas MBG, Dinas Kesehatan, serta pihak pelaksana MBG. 

"Nanti dari Dinas Kesehatan yang lebih tahu di rapat satgas itu. Termasuk kita akan mengundang koordinator wilayah, kemudian Kepala SPPG, kemudian mitra BGN," jelasnya.  

Harto menegaskan, pihaknya bukan tidak mengetahui adanya hasil uji laboratorium tersebut. 

Namun hingga kini, belum dapat dipastikan menu mana yang diduga menjadi penyebab para penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan.

"Belum tahu hasilnya, Maksudnya di makanan yang mana, itu yang belum kita ketahui," tegasnya.  

Ia menambahkan, setelah rapat internal digelar dan diperoleh kesimpulan resmi, hasil pemeriksaan sampel makanan tersebut akan disampaikan langsung kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program MBG ke depan.

Untuk sementara, pihak Satgas MBG Kabupaten Ketapang belum dapat menyampaikan keterangan resmi lebih lanjut terkait penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.

"Jadi sementara saya belum bisa memberikan jawaban. Saya pun juga belum bisa menyampaikan karena kami belum ada rapat," pungkasnya. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.