TRIBUNNEWS.COM - Standar ganda tampak diterapkan FIFA saat menghukum Rusia dan membiarkan Amerika Serikat di tengah situasi perang yang dilancarkan dua negara tersebut.
Ketika Rusia melakukan invasi ke Ukraina pada awal Februari tahun 2022 lalu.
FIFA langsung menjatuhkan hukuman banned alias larangan bermain ke sepak bola negara tersebut.
Tak hanya FIFA saja memberikan hukuman ke Rusia, UEFA selaku Asosiasi Sepak Bola Eropa juga menerapkan sanksi yang serupa.
Akibatnya, kini sudah hampir empat tahun lamanya, sepak bola Rusia dibekukan oleh FIFA sekaligus UEFA.
Sepak bola Rusia dari level klub hingga timnas pun akhirnya tidak bisa berkompetisi di turnamen apapun.
Baca juga: Efek Domino Perang Iran vs Amerika Serikat, Piala Dunia 2026 Rawan Kehilangan Peserta
Khusus bagi Timnas Rusia, mereka terpaksa harus absen di Piala Dunia 2022, Piala Eropa 2024 dan Piala Dunia 2026.
Sebuah kerugian besar bagi sepak bola Rusia yang pernah berstatus sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 lalu.
Berbeda dengan Rusia.
Amerika Serikat yang baru-baru ini melancarkan serangan sekaligus memantik perang dengan Iran, justru nasibnya masih aman-aman saja.
Belum ada langkah lanjutan dari FIFA menyikapi kondisi tersebut.
Situasi kian rumit, lantaran Amerika Serikat sendiri merupakan salah satu dari tiga negara yang menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun ini.
Alhasil jika menerapkan hukuman yang sama kepada Amerika Serikat, sebagaimana yang mereka lakukan ke Rusia.
Penyelenggaraan Piala Dunia yang tinggal empat bulan lagi jelas terancam keberadaannya.
Disisi lain, FIFA justru memberikan penghargaan tak terduga kepada Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.
Tepat pada momen drawing babak penyisihan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Washington, akhir tahun lalu.
FIFA yang diketuai oleh Gianni Infantino memberikan penghargaan "FIFA Peace Prize" kepada Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat di acara tersebut.
Penghargaan itupun menyisakan berbagai sorotan tajam, apalagi FIFA baru pertama kali mengadakan award tersebut.
Bahkan, Infantino sempat menyinggung alasan FIFA memberikan penghargaan tersebut ke Amerika Serikat.
Infantino menyebut Trump berhak mewakili Amerika Serikat menerima penghargaan tersebut lantaran ia dianggap telah melakukan tindakan luar biasa dalam mempromosikan perdamaian dan persatuan di seluruh dunia.
Standar perlakuan yang diterapkan FIFA ketika menyikapi perang atau invasi yang dipantik Rusia maupun Amerika Serikat jelas menjadi sorotan yang patut diulas dari berbagai sisi.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)