RTA dan Baitul Mal Dampingi Anak-anak Linge di Pengungsian Selama Sepekan Ramadhan
Mawaddatul Husna March 02, 2026 11:54 AM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON - Luka akibat banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Linge, Aceh Tengah belum sepenuhnya pulih.

Persawahan yang dulu menghijau kini rata dengan lumpur, kebun-kebun hilang tersapu arus, jembatan putus, bahkan ternak warga hanyut tanpa sisa. 

Di sejumlah titik, warga masih bertahan di tenda darurat, dengan listrik terbatas dari genset dan air bersih yang sulit didapat.

Dalam momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Baitul Mal Aceh Tengah bersama Rabithah Thaliban Aceh (RTA) Cabang Aceh Tengah dan Provinsi Aceh memanfaatkan waktu penuh berkah tersebut untuk mendampingi anak-anak terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Linge. 

Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan singkat, melainkan pendampingan intensif selama sepekan, sejak Senin (23/2/2026) hingga Sabtu (29/2/2026).

Dengan mengisi hari-hari Ramadhan anak-anak pengungsian melalui pengajian, TPA, serta penguatan mental dan spiritual di tengah kondisi yang masih serba keterbatasan.

Sebanyak 30 anggota RTA diterjunkan langsung ke Kumukiman Wihni Dusun Jamat meliputi kampung Delung Sekinel, Kute Reje, dan Jamat, serta melibatkan anak-anak dari Kampung Bayur.

Sejak hari pertama, mereka mengajar pelajaran agama di sekolah-sekolah dan menggelar TPA di Mushalla darurat. 

Pada awalnya, salat lima waktu dan tarawih dilaksanakan dibawah tenda. 

Namun memasuki malam kedelapan Ramadhan, Mushalla darurat yang dibangun swadaya masyarakat akhirnya rampung dan mulai digunakan.

Ketua RTA Aceh Tengah, Tengku Ridwan Bintang SH mengatakan kegiatan dipusatkan di Mushalla Darurat Delung Sekinel dan di titik pengungsian yang dihuni warga Kute Reje dan Jamat.

“Fokusnya memang tiga desa, tapi karena jaraknya berdekatan, anak-anak dari Bayur juga ikut.

Kami satukan di satu tempat agar kebersamaan dan semangatnya terasa,” kata Tengku Ridwan kepada TribunGayo.com, Minggu (1/3/2026).

Selain pengajian, tim juga mengadakan perlombaan untuk anak-anak guna membangkitkan kembali keceriaan mereka setelah melewati masa-masa sulit.

Kondisi di Lapangan Memprihatinkan

Ridwan mengaku, kondisi di lapangan sangat memprihatinkan.

“Rumah-rumah yang ditinggalkan belum ada listrik, masih pakai genset. Air bersih sangat susah.

Sawah mereka banyak yang hilang. Ada yang kehilangan sampai 27 ekor kambing. Jembatan putus. Mayoritas sumber penghidupan masyarakat hilang,” tuturnya.

Ia menyebut, kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat fasilitasi dari Baitul Mal Aceh Tengah. 

“Kami hadir langsung di tengah masyarakat korban bencana difasilitasi langsung oleh Baitul Mal Aceh Tengah untuk menguatkan semangat-anak-anak di Linge,” katanya.

Menurutnya, kondisi masyarakat di lokasi bencana masih memprihatinkan.

Banyak rumah yang ditinggalkan belum dialiri listrik dan masih menggunakan genset. Akses air bersih juga terbatas, sementara sebagian warga masih tinggal di tenda darurat.

“Persawahan dan perkebunan banyak yang hilang. Ada warga yang kehilangan hingga 27 ekor kambing terseret banjir.

Jembatan juga banyak yang putus. Kondisi ini tentu sangat berat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ridwan menambahkan, saat tim pamit kembali, sejumlah anak terlihat sedih dan bahkan menitipkan surat untuk Baitul Mal sebagai bentuk terima kasih atas kegiatan yang telah dilaksanakan selama sepekan.

Ia berharap masyarakat terdampak tetap sabar menghadapi musibah dan yakin ada hikmah di balik cobaan tersebut. 

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus hadir memberikan dukungan hingga warga benar-benar bangkit secara ekonomi dan sosial.

“Kita yang di luar jangan pernah berhenti membantu. Jangan sampai masyarakat di sana kehilangan arah. Kita harus memastikan mereka benar-benar bangkit,” pungkasnya.

Program ini tidak hanya berhenti di Kecamatan Linge.

Usai merampungkan kegiatan selama sepekan, tim RTA Aceh Tengah kembali melanjutkan agenda dakwah Ramadan ke Kampung Kala Segi, Kecamatan Bintang. 

Kegiatan tersebut tetap difokuskan pada pembinaan keagamaan dan penguatan mental spiritual masyarakat.

Khususnya anak-anak, sebagai bagian dari komitmen untuk terus hadir dan memberi manfaat di berbagai wilayah. (*)

Baca juga: Polres Aceh Tengah Intensifkan Pengamanan Salat Tarawih, Ciptakan Ramadan Aman dan Khusyuk

Baca juga: Warga Dibuat Panik, Kampung Mendale Aceh Tengah Kembali Diterjang Banjir Berlumpur

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.