Melayat Try Sutrisno, Pramono Anung: Beliau Sosok Bapak Bangsa yang Merangkul Semua Orang
Hironimus Rama March 02, 2026 01:35 PM

Laporan Yolanda Putri Dewanti

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA --  Kabar duka menyelimuti bangsa Indonesia atas berpulangnya Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, pada Senin (2/3) pagi.

Try Sutrisno mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, sekitar pukul 06.58 WIB.

Jenazah almarhum disemayamkan di kediaman duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat, dan tiba sekitar pukul 09.24 WIB setelah dimandikan di rumah sakit.

Baca juga: Wakil Presiden Ke-6 Try Sutrisno Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun, Ini Profil dan Jejak Karirnya

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir melayat ke rumah duka dengan mengenakan peci hitam dan kemeja putih.

Ia menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian tokoh nasional yang dikenalnya secara pribadi.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Saya sebagai pribadi yang mengenal dekat lama dengan Pak Try Sutrisno tentunya merasa kehilangan,” ujar Pramono di lokasi.

Pramono, yang mengaku telah mengenal almarhum sejak sekitar tahun 1995, menilai Try Sutrisno sebagai sosok bapak bangsa yang mampu merangkul semua kalangan.

“Beliau adalah sosok bapak bangsa yang merangkul semua orang. Kita semua kehilangan orang yang sampai akhir hayatnya mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara,” katanya.

Mengenang pertemuan terakhirnya sekitar lima hingga enam bulan lalu, Pramono menyebut Try Sutrisno masih aktif menjalankan tugas di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Ia menekankan bahwa keteguhan memegang nilai Pancasila dan konstitusi menjadi ciri khas almarhum yang membedakannya dengan tokoh lain.

“Kalau urusan Pancasila dan konstitusi, itu selalu dipegang teguh. Itu yang membedakan Pak Try Sutrisno dengan tokoh-tokoh lain,” ujarnya.

Meskipun kondisi kesehatan almarhum sempat menurun belakangan ini, Pramono menyatakan semangat Try Sutrisno tidak pernah surut, bahkan di usia hampir 90 tahun.

Terkait prosesi pemakaman, Pramono menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat ikut mengantarkan jenazah akibat adanya agenda sidang paripurna yang telah dijadwalkan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.