TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti dampak konflik global yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Ia mengingatkan potensi gangguan rantai pasok hingga kenaikan harga kebutuhan pokok di Jakarta.
“Memang sekarang ini seperti yang saya katakan bahwa ekonomi global, tekanan itu pasti akan terjadi karena perang yang terjadi saat ini,” ucapnya, Minggu (1/3/2026 malam.
Ia secara khusus menyinggung potensi terganggunya jalur perdagangan dunia.
“Terutama kalau nanti Selat Hormuz kemudian ditutup, pasti dampaknya itu akan secara langsung terhadap supply chains dan juga harga-harga pasti mengalami kenaikan,” katanya.
Meski mewanti-wanti potensi tekanan global, Pramono memastikan stok kebutuhan pokok Jakarta dalam kondisi aman, terlebih menjelang Idulfitri.
“Nah, untuk itu Jakarta, karena kita sebentar lagi menyambut Idulfitri, kebutuhan utama di Jakarta hal yang menyangkut cabai keriting, daging, beras sekarang ini stoknya lebih dari cukup,” ujarnya.
Ia juga memastikan komoditas daging yang sempat mengalami lonjakan harga di awal Ramadan, kini stoknya sudah aman dan harga berangsur turun.
“Teman-teman pada waktu itu juga ikut dengan saya, yang selalu jadi persoalan di Jakarta adalah masalah daging. Alhamdulillah sekarang stok daging aman,” katanya.
Pramono mengeklaim hingga saat ini belum terjadi kenaikan signifikan di pasar-pasar utama Jakarta.
“Dan kalau kita pantau, kita lihat dari semua harga-harga di pasar-pasar utama yang di Jakarta, kenaikannya belum terjadi dan mudah-mudahan tidak terjadi,” ucapnya.
Ia menegaskan akan terus memantau pergerakan harga dan inflasi agar tetap terkendali di tengah ketidakpastian global.
“Dan saya tetap memantau, mudah-mudahan inflasinya juga terpantau dengan baik,” pungkasnya.
Dengan situasi global yang memanas, Pemprov DKI memastikan langkah antisipasi terus dilakukan agar dampak perang tidak langsung membebani masyarakat Ibu Kota, khususnya dalam hal harga kebutuhan pokok.