Kemenag DIY Sebut Penerbangan Umrah Tetap "On Schedule" di Tengah Eskalasi Perang AS-Israel Vs Iran
Hari Susmayanti March 02, 2026 12:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah asal Indonesia, khususnya dari wilayah DIY, masih berjalan normal dan sesuai jadwal. 

Meski eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir, operasional penerbangan menuju dan dari Arab Saudi diklaim belum terdampak secara signifikan.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIY, Jauhar Mustofa, menyatakan bahwa berdasarkan pantauan terkini, jemaah yang baru saja diberangkatkan telah mendarat dengan selamat di Tanah Suci.

"Sejauh ini masih lancar, terpantau lancar. Bahkan ada rekan kami yang kemarin berangkat dan tadi malam sudah landing di sana. Tidak ada apa-apa, artinya penerbangan masih on schedule, jadi masih lancar, dan yang pulang pun masih lancar. Jadi tidak ada persoalan, terutama yang dari Jeddah ke Indonesia maupun Indonesia ke Jeddah," ujar Jauhar saat memberikan keterangan terkait dampak geopolitik terhadap jemaah, Senin (2/3/2026).

Menyikapi situasi keamanan kawasan yang dinamis, Jauhar mengungkapkan bahwa Kementerian Agama pusat telah menggelar rapat koordinasi untuk menyiapkan langkah-langkah darurat.

Fokus utama saat ini adalah perlindungan terhadap sekitar 58.000 jemaah umrah Indonesia yang tengah berada di Arab Saudi.

Pemerintah melalui Kantor Urusan Haji di Jeddah, bersama KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah, telah membentuk dan menerjunkan tiga tim khusus ke bandara-bandara strategis di Arab Saudi, khususnya di Jeddah dan Madinah.

"Tim tersebut sudah diterjunkan untuk mendampingi, memitigasi, kemudian juga memberikan perlindungan bagi jemaah-jemaah kita yang kemungkinan ada kesulitan ketika ada jadwal kepulangan. Kemudian, Dubes RI yang ada di Riyadh juga sudah menyampaikan imbauan kepada kita, kepada jemaah, agar tetap tenang dan tidak terpedaya informasi-informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," papar Jauhar.

Baca juga: Daftar Pejabat Senior Iran yang Gugur dalam Serangan AS dan Israel Akhir Pekan Lalu

Ia menegaskan bahwa selama tidak ada penutupan bandara di Arab Saudi, jadwal keberangkatan jemaah dari Indonesia akan tetap diupayakan berjalan sesuai rencana. 

"Pemerintah Indonesia akan tetap memberikan perlindungan kepada jemaah umrah yang ada di Tanah Suci agar tetap bisa melaksanakan ibadahnya dengan khusyuk. Tim-tim inilah yang akan mendampingi di bandara-bandara di sana," tambahnya.

Hingga saat ini, Kemenag belum mengambil keputusan untuk melakukan penjadwalan ulang (reschedule) bagi jemaah yang akan berangkat. Jauhar menjelaskan bahwa pihaknya masih memantau perkembangan di lapangan serta kebijakan resmi dari Pemerintah Arab Saudi.

"Belum, belum (ada rencana reschedule). Jadi kita menunggu perkembangan lebih lanjut. Tetapi langkah mitigasi itu sudah dilakukan dan kita juga menunggu kebijakan di Arab Saudi seperti apa. Harapannya, jadwal-jadwal itu sampai menjelang musim haji nanti tidak terlalu terganggu oleh eskalasi yang ada di Timur Tengah," jelasnya.

Meskipun layanan umrah masih berjalan, Jauhar tidak menampik adanya kekhawatiran terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang dijadwalkan dimulai pada 21 April mendatang. 

Dengan waktu yang tersisa kurang dari dua bulan, stabilitas kawasan menjadi kunci utama kelancaran operasional haji.

"Nah, justru yang harus diantisipasi juga adalah haji, karena haji ini tinggal dua bulan lagi. Tanggal 21 April, kloter pertama harus berangkat ke sana. Makanya, harapannya sampai keberangkatan haji nanti, eskalasi yang ada di Timur Tengah sudah mulai mereda," pungkas Jauhar.

Keresahan terkait jalur penerbangan ini dipicu oleh peristiwa besar pada 28 Februari 2026, di mana Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah menyatakan kondisi tersebut sebagai "deklarasi perang".

Situasi ini memicu serangan drone di Pelabuhan Duqm, Oman, serta laporan ledakan di Dubai, Riyadh, dan Manama.

Di saat Bandara Internasional Dubai telah menghentikan operasional sementara karena ribuan pembatalan penerbangan, jalur penerbangan dari Indonesia menuju Jeddah dan Madinah hingga kini masih dilaporkan aman untuk dilalui. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.