TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Sebanyak 12 PMI (Pekerja Migran Indonesia) asal Klungkung bekerja di negara UAE (Uni Emirat Arab) dan Kwait.
Kedua negara tersebut merupakan wilayah yang juga menjadi sasaran serangan Iran, setelah konfrontasi dengan Israel dan Amerika Serikat.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Klungkung, I Nyoman Sidang mengatakan, 12 PMI tersebut terdiri dari pekerja di UAE sebanyak 4 orang dan di Kuwait sebanyak 8 orang.
"Sebagian besar PMI asal Klungkung yang bekerja d negara tersebut sebagai terapis di spa. Ada juga seorang PMI yang bekerja sebagai terapis di Kuwait," ungkap Nyoman Sidang, Senin 2 Maret 2026.
Baca juga: Ini Dampak Langsung yang Dialami Bali Jika Perang AS-Israel vs Iran Berkepanjangan
Terkait keadaan para PMI tersebut, pihak Dinas Ketenagakerjaan juga masih menunggu informasi dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) maupun dari KBRI yang memiliki kewenangan pelindungan PMI di luar negeri.
"Terkait Info pemulangan PMI juga belum ada kami terima dari BP3MI," ungkap Nyoman Sidang. (mit)