TRIBUNBENGKULU.COM - Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno meninggal dunia pada Senin (2/3/2026) pagi di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, setelah menjalani perawatan sejak 16 Februari 2026.
Anak Try, Taufik Dwi Cahyono, menyebutkan bahwa sang ayah dirawat di rumah sakit karena sempat mengalami penurunan selera makan.
“(Dirawat sejak) 16 Februari. Jadi cuman tiba-tiba selera makan turun, dibawa ke sini, naik turun lah, dikasih obat, dikasih makan,” kata Taufik di RSPAD Gatot Soebroto, Senin, dikutip dari Kompas TV.
Tidak Mengidap Penyakit Tertentu
Taufik menuturkan, tidak ada penyakit tertentu yang diidap oleh Try sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Menurut dia, kondisi kesehatan Try memang sudah menurun karena faktor usia yang telah menginjak 90 tahun.
“Enggak ada penyakit yang luar biasa ya insya Allah ya, Dok. Memang nafsu turun, susah makan, pasti susah minum, dehidrasi, dibawa ke rumah sakit, biasanya selalu begitu kan bolak balik,” kata Taufik.
Upaya Medis Tim Dokter
Taufik menuturkan, tim dokter RSPAD dan tim kepresidenan telah mengupayakan pengobatan terbaik untuk Try selama menjalani perawatan.
Namun, pada Senin pagi, keluarga mendapat kabar bahwa kondisi kesehatan Try memburuk dan dinyatakan meninggal dunia.
“Sampai di sini diusahakan segala macam-macam, ya mungkin sudah waktunya, alhamdulillah Bapak tidak menderita sakit yang terlalu lama dan yang lain-lainnya begitu, memang sudah usia,” ujar Taufik.
Disemayamkan di Menteng, Dimakamkan di TMP Kalibata
Jenazah Try kini berada di rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta, untuk disemayamkan.
Selanjutnya, jenazah Try akan dishalatkan di Masjid Sunda Kelapa, kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.