UI Buka Suara Identitas Pria Beralmamater Kuning yang Viral Saat Tunjuk-tunjuk Polisi di Mabes Polri
Sinta Darmastri March 02, 2026 01:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Jagat maya baru-baru ini dihebohkan oleh aksi heroik sekaligus provokatif seorang pria mengenakan jas almamater kuning ikonik. Dalam cuplikan video yang viral, pria tersebut tampak berani menunjuk-nunjuk aparat kepolisian di tengah barisan demonstran di depan Mabes Polri. Namun, teka-teki mengenai status kemahasiswaannya akhirnya terjawab.

Pihak Universitas Indonesia (UI) secara resmi menyatakan bahwa sosok tersebut bukanlah mahasiswa mereka. Penegasan ini muncul setelah publik secara otomatis mengaitkan warna kuning almamater tersebut dengan identitas Jaket Kuning (Jakun) kebanggaan UI.

Penelusuran Mendalam Hingga ke Data Pusat

Menanggapi kegaduhan di media sosial, UI tidak tinggal diam. Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi menyeluruh untuk memvalidasi data tersebut.

Langkah pengecekan melibatkan koordinasi ketat dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (BEM FIA) UI dan verifikasi langsung melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).

“Berdasarkan hasil komunikasi dan pengecekan bersama BEM FIA UI serta penelusuran pada PDDIKTI, dapat dipastikan bahwa individu yang terdapat dalam video tersebut bukan merupakan mahasiswa Universitas Indonesia,” tegas Erwin dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Hasil penelusuran mengungkap fakta lain, pria dalam video itu memang terdaftar sebagai mahasiswa, namun di perguruan tinggi yang berbeda.

Baca juga: 3 Jalur Masuk Universitas Indonesia 2026 Tanpa Tes, Catat Jadwal Pendaftaran dan Seleksinya

Keberatan UI Atas Penyalahgunaan Simbol Kampus

Selain mengklarifikasi status, UI menyayangkan penggunaan atribut kampus yang tidak pada tempatnya. Erwin menekankan bahwa penggunaan simbol institusi tanpa hak bukan sekadar masalah etika, melainkan juga potensi merusak reputasi lembaga di mata publik.

“Tindakan tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik serta mencemarkan nama baik lembaga dan pihak-pihak yang tidak terkait,” sambung dia.

Pihak kampus juga mengingatkan bahwa aksi provokatif selama demonstrasi tidak mencerminkan nilai-nilai akademik seperti integritas, nalar kritis, dan penghormatan terhadap hukum yang selalu ditanamkan kepada mahasiswa UI yang asli.

Baca juga: Daftar Kampus RI Terbaik 2025 Versi Edurank, Universitas Indonesia Kalah dari Kampus Swasta Ini

Di Balik Amarah SB: Jejak Luka Masa Lalu

Sosok pria berinisial SB tersebut terekam menudingkan jarinya tepat ke arah anggota polisi saat aksi unjuk rasa pada Jumat (27/2/2026). Meski sempat memicu ketegangan di lapangan, SB akhirnya ditarik mundur oleh rekan-rekannya.

Di balik aksi nekatnya, SB menyimpan sebuah alasan personal yang mendalam. Ia mengaku mengenali salah satu petugas berinisial S yang berjaga saat itu sebagai oknum yang diduga pernah melakukan kekerasan terhadap dirinya pada aksi demonstrasi Agustus 2025 silam.

Kepada wartawan, SB menceritakan kembali memori pahit tersebut:

“Waktu sebelum Affan Kurniawan dilindas, saya mau masuk ke GBK Arena sama temen 12 orang. Dia meriksa, saya tanya ‘Polisi bukan?’ enggak dijawab, saya langsung didorong, dijatuhin ke tanah, dipukul,” jelas SB kepada wartawan, Jumat.

Aksi yang dihadiri ratusan mahasiswa tersebut membawa tuntutan berat, mulai dari desakan hukuman bagi Bripda MS atas kematian pelajar AT di Tual, Maluku, hingga seruan reformasi total di tubuh institusi Polri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.