INKA Tak Perpanjang Kontrak  500 Pekerja, Bantah PHK di Pabrik Banyuwangi
Haorrahman March 02, 2026 01:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Sekitar 500 pekerja di pabrik Banyuwangi milik PT INKA Multi Solusi tidak lagi bekerja setelah masa kontraknya berakhir. Perusahaan menegaskan, kebijakan tersebut bukan pemutusan hubungan kerja (PHK), melainkan berakhirnya Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) sesuai kesepakatan awal.

Senior Manager Humas dan Kantor Perwakilan PT INKA (Persero), Hartono, menjelaskan para pekerja berstatus PKWT telah menyelesaikan masa kerja sesuai durasi kontrak.

“Kontrak kerja memang berakhir sesuai waktunya dan seluruh proses berjalan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya dalam keterangan, Selasa (2/2/2026).

Baca juga: Luncurkan Majelis Urbaniyah, NU Banyuwangi Buka Ruang Dakwah di Kalangan Genzi

INKA Tegaskan Bukan PHK

Hartono juga meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait dugaan PHK massal di INKA Banyuwangi. Ia menegaskan bahwa istilah PHK tidak tepat digunakan dalam kasus ini.

“Kami memahami situasi ini menjadi perhatian masyarakat, apalagi menjelang Idul Fitri. Namun perlu kami tegaskan, ini bukan PHK,” katanya.

Menurutnya, perusahaan memastikan seluruh hak pekerja yang kontraknya berakhir tetap dipenuhi sesuai ketentuan perundang-undangan, termasuk pembayaran tunjangan hari raya (THR) dan kompensasi masa kontrak.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa Banyuwangi pada Minggu 1 Maret 2026, Kapan Magrib dan Isya?

“Kami menyadari setiap pekerja memiliki keluarga dan tanggung jawab. Karena itu perusahaan memastikan seluruh hak tetap dipenuhi, termasuk pembayaran THR sesuai aturan dan kompensasi masa kontrak,” ujar Hartono.

Evaluasi Kebutuhan Tenaga Kerja

Manajemen belum merinci alasan tidak diperpanjangnya kontrak ratusan pekerja tersebut. Perusahaan hanya menyebut tengah melakukan evaluasi kebutuhan tenaga kerja agar proses produksi berjalan lebih efektif.

INKA Banyuwangi juga menyatakan tetap menjaga keberlanjutan operasional pabrik dan membuka peluang perekrutan kembali apabila kebutuhan proyek meningkat.

“Saat ini kami sedang melakukan evaluasi kebutuhan tenaga kerja agar proses produksi berjalan lebih efektif. Kami juga tidak menutup peluang untuk kembali merekrut rekan-rekan yang kontraknya telah berakhir apabila kebutuhan produksi meningkat,” tuturnya.

Pabrik Kereta Terbesar di Asia Tenggara

Pabrik INKA di Banyuwangi mulai beroperasi pada akhir 2024 dan diklaim sebagai pabrik kereta api terbesar di Asia Tenggara.

Fasilitas ini ditargetkan mampu memproduksi hingga 250 gerbong kereta per tahun untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun ekspor.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.