Luncurkan Majelis Urbaniyah, NU Banyuwangi Buka Ruang Dakwah di Kalangan Genzi
Haorrahman March 02, 2026 01:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Majelis Urbaniyah yang digagas oleh Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Banyuwangi resmi diluncurkan di Kulino Cafe, Banyuwangi, Minggu malam (1/3/2025). Majelis ini sebagai ikhtiar untuk memberikan ruang dakwah bagi Generasi Z (Genzi) di Kota Banyuwangi.

“Kami ingin hadir di tengah kehidupan anak muda. Tidak cukup kita merutuki mereka yang enggan datang ke masjid atau pesantren untuk belajar agama. Tapi, kita harus hadir menemaninya,” ungkap Ketua MWCNU Banyuwangi, Barur Rohim.

Baca juga: Bank Mandiri Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim di Jawa Timur

Urbaniyah yang mengusung tagline “Ngajinya Anak Muda Kalcer” tersebut menggandeng sejumlah badan otonom di lingkungan NU yang berbasis usia muda. Seperti IPNU, IPPNU, GP Ansor dan Fatayat. “Banom ini adalah garda depan NU untuk menyapa Genzi. Kami hanya mendorong agar lebih kreatif dan atraktif,” ungkapnya.

Ke depannya, Urbaniyah akan digelar dari cafe ke cafe ataupun di ruang-ruang publik yang jadi tempat nongkrongnya anak-anak muda. Di dalamnya, akan digelar pengajian dengan konsep yang rileks dan dialogis dengan menghadirkan tema-tema yang relate dengan kehidupan anak muda.

Baca juga: 216 Talenta Muda Banyuwangi dan Sekitarnya Ikuti Seleksi Banteng Jatim FC U-17 untuk Soekarno Cup

“Tentu saja akan ada ustadz dengan spesifikasi khusus yang nantinya bisa mengisi. Tak sekadar penguasaan keagamaan yang mendalam, tapi juga bisa relate dengan cara berpikir dan kebiasaan Genzi,” terang tokoh muda yang kerap disapa Ayung itu.

Kehadiran Urbaniyah mendapat sambutan yang cukup antusias. Lebih dari 50 anak muda turut dalam ngaji perdana tersebut. “Acaranya seru. Kita bisa ngobrol banyak hal. Biasanya kita sungkan kalo harus datang ke pengajian, apalagi sampai bertanya-tanya. Di sini kami merasa nyaman dan pede (percaya diri) untuk bertanya,” ungkap Meydiana, salah satu pengunjung.

Baca juga: Khofifah, Kapolda dan Ipuk Panen Raya Jagung di Banyuwangi

Hal senada juga disampaikan oleh Hilmi. Pemuda asal Glagah itu, rela hadir untuk merasakan suasana ngaji di cafe. “Vibenya beda. Biasanya kalau ngaji di pondok atau di masjid kesannya itu serius. Ini nyantai sambil nongkrong,” pungkasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.