Teror TPNPB-OPM Masuk Ibu Kota Papua Tengah, Polres Nabire Siagakan Patroli 24 Jam
Marius Frisson Yewun March 02, 2026 03:27 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE – Eskalasi ketegangan di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah pada beberapa pekan terakhir meningkat setelah anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menebar rentetan kasus kekerasan.

Kasus kekerasan itu bahkan memasuki wilayah penyangga ibu kota provinsi sehingga memicu kekhawatiran mendalam di masyarakat sipil.

Gelombang teror ini diawali dengan aksi pembakaran pos jaga PT Kristalin Eka Lestari di Kawasan Bendungan Kali Musairo, Distrik Makimi, pada Sabtu (21/2/2026).

Insiden tragis tersebut tidak hanya merusak fasilitas perusahaan, tetapi juga merenggut dua nyawa.

Baca juga: Penantian Puluhan Tahun, Pembangunan Jalan Demta-Muaif Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Tidak berhenti di situ, kontak tembak pun pecah di wilayah Kali Harapan, Distrik Nabire Kota, pada Minggu (1/3/2026).

Masuknya kelompok bersenjata ke Nabire menjadi sinyal merah bagi stabilitas keamanan di jantung Papua Tengah.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu mengatakan pihaknya tidak akan membiarkan aksi kriminal bersenjata terus menghantui warga.

Dia menjamin penegakan hukum terpadu akan dilakukan secara tegas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Selama kelompok ini masih mengganggu dan meresahkan masyarakat, Kapolres mengaku pihaknya bakal melakukan penindakan hukum tegas.

Baca juga: Siswa di Sentani Terlantar Akibat Mogok Guru Sepekan, Orangtua Kecewa 

Walau TPNPB yang selalu identik dengan operasi di wilayah hutan sudah mulai masuk ke perkotaan, Kapolres mengajak warga sipil yang tidak bersenjata tetap tenang tanpa panik berlebihan.

"Tetaplah beraktivitas seperti biasa karena personel kami melakukan patroli Kamtibmas siang dan malam," kata AKBP Samuel kepada awak media, termasuk Tribun-Papua.com, di Polres Nabire, Jalan Jenderal Sudirman, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Senin, (2/3/2026).

​Samuel mengakui di tengah kondisi ini, beredar juga informasi bohong yang sengaja diluncurkan melalui berbagai media sosial untuk membuat warga terprovokasi.

Walau mengajak warga tidak panik berlebihan, ia meminta masyarakat mengaktifkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Kamling), termasuk selektif terhadap orang asing di wilayah masing-masing.

Baca juga: Sejarah Baru, Bupati Jayawijaya Tunjuk Putra Suku Mee Jadi Kabag Umum Setda

"Kepada warga masyarakat, apabila mau melaporkan hal-hal terkait kamtibmas, bisa langsung ke pihak berwajib demi menjaga Nabire tetap menjadi rumah yang aman dan damai bagi semua," ujarnya.

Di tempat terpisah, Bupati Nabire, Mesak Magai mengatakan keamanan merupakan kebutuhan dasar yang sama pentingnya dengan kebutuhan sandang dan pangan. Keamanan menurut dia, harus diwujudkan bersama sebagai bagian dari fondasi pembangunan.

​"Jika keamanan terjamin, anak-anak bisa sekolah dan roda ekonomi berputar. Saat ini memang terjadi gangguan, namun kita harus percaya pada kerja keras aparat," ujar Mesak.

Lanjut dia, status Nabire sebagai Ibu Kota Papua Tengah membawa konsekuensi penguatan satuan pengamanan yang lebih lengkap.

"Sehingga proteksi di 15 distrik akan semakin diperketat," pungkasnya.

Nabire merupakan Ibu Kota Provinsi Papua Tengah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.