Cemas Menanti Kepastian Umrah, Warga Pangkalpinang Ini Berharap Tetap Bisa Berangkat Sesuai Jadwal
Asmadi Pandapotan Siregar March 02, 2026 04:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Jemarinya tak henti menggulir layar ponsel. Setiap notifikasi yang muncul membuat jantungnya berdegup sedikit lebih cepat.

Di sudut rumahnya di Kampung Asam, Kota Pangkalpinang, Resti (28) duduk dengan wajah menyimpan cemas. Tanggal 25 bulan ini seharusnya menjadi salah satu momen paling membahagiakan dalam hidupnya, berangkat umrah bersama sang suami, perjalanan yang telah mereka rencanakan dan pesan sejak tahun lalu.

Namun gejolak konflik di Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel membuat rasa khawatir itu tak terelakkan.

"Saya jujur khawatir," ujar Resti saat ditemui Bangkapos.com, Senin (2/3/2026).

Bukan semata takut pada situasi keamanan di kawasan Arab Saudi, melainkan kekhawatiran yang lebih personal: jangan sampai keberangkatan yang sudah lama dinanti harus dibatalkan.

Umrah yang dijadwalkan bertepatan dengan momen Idul Fitri tahun ini bagi Resti dan suaminya bukan sekadar perjalanan ibadah biasa. Itu adalah impian yang mereka susun pelan-pelan, ditabung, direncanakan, dan dibayangkan sejak setahun silam.

"Yang paling saya takutkan kalau sampai di-cancel. Sedih sekali rasanya, karena ini momen yang sudah kami tunggu-tunggu," katanya lirih.

Meski begitu, Resti mengaku tetap ingin menjalankan ibadah dalam kondisi aman dan nyaman. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pemerintah Indonesia demi keselamatan jemaah, baik yang sudah berada di Tanah Suci maupun yang masih menunggu jadwal keberangkatan.

"Kami ikut arahan pemerintah saja. Yang penting aman," ucapnya.

Di tengah derasnya informasi yang beredar, Resti mengaku terus memantau kabar terbaru, baik dari media maupun dari pihak travel tempat ia dan suaminya mendaftar.

Menurutnya, travel tersebut telah mengeluarkan rilis resmi terkait kondisi penerbangan internasional. Pihak travel menyampaikan bahwa mereka aktif memantau perkembangan operasional penerbangan umrah melalui berbagai maskapai.

"Hingga saat ini belum ada perubahan jadwal keberangkatan maupun kepulangan. Belum ada informasi pembatalan," tutur Resti.

Kabar itu sedikit menenangkan, meski belum sepenuhnya menghapus kegelisahan. Sebab situasi geopolitik bisa berubah sewaktu-waktu.

"Kami tetap berharap bisa berangkat sesuai jadwal. Semoga tidak ada perubahan. Sampai sekarang belum ada informasi pembatalan dari pihak travel," katanya.

Kata Resti, ia dan suami memilih memperbanyak doa. Di antara rasa waswas dan harapan, mereka mencoba menenangkan diri.

"Sekarang kami hanya bisa terus berdoa semoga diberikan yang terbaik," ujarnya.

Bagi Resti, konflik yang ribuan kilometer jauhnya terasa begitu dekat dampaknya. Ia menjadi satu dari sekian banyak calon jemaah umrah yang menggantungkan harapan pada stabilitas kawasan dan kebijakan pemerintah. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.