Terungkap Identitas Peneror Petugas Damkar Depok, Polisi Pastikan Bukan Anggota Polri
Tim TribunTrends March 02, 2026 05:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Kepolisian mengungkap identitas sosok yang meneror petugas pemadam kebakaran Kota Depok, Khairul Umam. Teror tersebut muncul setelah Khairul mengunggah konten edukasi tentang fungsi helm yang kemudian dikaitkan sebagian pihak dengan kasus kekerasan yang menewaskan seorang remaja di Maluku.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengirim pesan ancaman tersebut bukan anggota Polri, sekaligus meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Identitas Peneror dan Pekerjaan Aslinya

Auditor Kepolisian Madya TK II Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri, Kombes Manang Soebeti, menyampaikan bahwa identitas pengirim teror berhasil ditelusuri melalui data terbuka di internet. Hasil penelusuran itu mengarah pada seorang pria bernama Wawan Gunawan.

Menurut Manang, Wawan merupakan buruh harian lepas yang berasal dari Subang, Jawa Barat. Ia menegaskan, informasi tersebut diperoleh menggunakan metode profiling yang lazim dipakai aparat penegak hukum untuk mengidentifikasi seseorang.

Polisi pun memastikan tidak ada keterkaitan antara pelaku teror dengan institusi kepolisian. Penegasan ini sekaligus menjawab narasi yang sempat mengaitkan ancaman terhadap Khairul dengan aparat penegak hukum.

Klarifikasi Khairul Umam soal Tudingan Publik

Menanggapi polemik yang berkembang, Khairul Umam menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyebut peneror yang mengancamnya berasal dari kepolisian. Pernyataan itu disampaikannya untuk meluruskan asumsi yang beredar di ruang publik.

“Yang pertama saya mau ngomong, saya tidak pernah menyebut kalau yang neror saya itu polisi, dari pertama sampai hari ini,” kata Khairul saat dikonfirmasi.

Ia menilai opini yang berkembang merupakan penafsiran masyarakat di luar kendalinya. “Kalau opini di masyarakat ya saya kan emang enggak bisa ngontrol itu ya. Kalau masyarakat mah gitu,” ujarnya.

Khairul juga menjelaskan alasan belum menempuh jalur hukum. Menurutnya, ancaman yang diterima sejauh ini masih bersifat daring dan belum mengarah pada kekerasan fisik secara langsung. “Kenapa enggak lapor, ya saya bilang karena ini ancamannya masih online dan bersifat cuma kayak ngasih alamat gue, gitu-gitu doang, ya saya mah menganggapnya angin lewat aja gitu,” katanya.

Ia menegaskan baru akan melapor jika ancaman berubah menjadi tindakan nyata. “Kecuali jika memang udah kayak apa namanya, offline, yang sampai nyamperin datengin rumah dan segala macamnya, toel-toel fisik segala macam, baru saya bakal lapor gitu,” ujar Khairul.

Teror Muncul Usai Konten Edukasi Helm

Khairul mengungkapkan, teror bermula setelah ia mengunggah konten edukasi yang menekankan bahwa helm merupakan alat pelindung kepala, bukan alat untuk melukai. Konten tersebut kemudian dikaitkan sebagian orang dengan kasus meninggalnya seorang pelajar di Tual.

Ancaman diterima Khairul melalui pesan pribadi, termasuk WhatsApp. Dalam pesan awal, pengirim meminta dirinya berhati-hati. Namun, pesan berikutnya bernada mengintimidasi. “Ternyata ujung-ujungnya malah bilang saya harus pake helm, jaga keselamatan saya, suruh minta sowan sama orang tua saya gitu-gitu,” kata Khairul.

Ia juga mengaku sempat menerima pesan bernada ancaman terselubung. “Ya halus-halus sih halus-halus gitu. Soalnya sempet juga dia ngomong, ‘tunggu saya ada kejutan buat kamu’,” ujarnya.

Khairul menegaskan kembali bahwa konten yang ia buat murni bertujuan edukasi dan hiburan, tanpa menyinggung institusi mana pun. Hingga kini, ia memastikan tidak ada pihak yang mendatanginya secara langsung.

Tribun Jatim | Ignatia | TribunTrends.com | Afif Muhammad

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.