Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo resmi meresmikan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah, setelah direvitalisasi dengan beberapa fasilitas baru.
“Peresmian mundur dua hari. Pada waktu itu, saya menyampaikan akan diresmikan akhir Februari, tetapi sekarang tanggal 2 Maret baru kita resmikan revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang atau JPO Sarinah,” kata Pramono usai meresmikan JPO Sarinah, Jakarta Pusat, Senin.
Menurut Pramono, JPO tersebut merupakan JPO pertama yang dimiliki Jakarta. Dahulu, jembatan itu diresmikan oleh Ali Sadikin pada 21 April 1968.
Oleh karena itu, JPO Sarinah merupakan salah satu tempat bersejarah di Jakarta.
Kini, jembatan tersebut direvitalisasi agar lebih ramah terharap disabilitas. Salah satunya, jembatan itu sudah dilengkapi dengan lift.
“Apakah mau menggunakan lift atau pelican crossing yang tetap kita operasikan. Sehingga dengan demikian, masyarakat yang suka berjalan akan punya pilihan untuk menyeberang, tetapi bagi yang berkebutuhan khusus bisa memanfaatkan ini,” jelas Pramono.
Pramono menyebut, nantinya area pedestrian di bawah JPO Sarinah juga akan dilebarkan sebesar 2,6 meter.
Sehingga, jalur pejalan kaki akan lebih luas dan nyaman bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan revitalisasi JPO Sarinah dilakukan dengan menggunakan anggaran korporasi dari Transjakarta.
Namun, Welfizon mengatakan pembangunan pedestrian di bawah JPO Sarinah masih dalam tahap satu.
Tahap keduanya, lanjut Welfizon, pelebaran pedestrian akan dilakukan oleh MRT pada Mei tahun ini.
“Jadi, pada Mei nanti akan ada pelebaran trotoar lebih kurang 2,6 meter, sehingga nanti akses pedestrian akan menjadi punya ruang yang lebih lega,” kata Welfizon.
Welfizon belum merinci anggaran untuk revitalisasi JPO Sarinah itu.







