Ulama Aceh Kecam Serangan AS–Israel ke Iran, Desak Pemimpin Muslim Diminta Bantu Teheran
Muliadi Gani March 02, 2026 04:04 PM

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH -  Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengecam keras serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang dilaporkan menyebabkan meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. 

“Allah sudah mengingatkan untuk tidak percaya kepada Yahudi,” tegas Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali menanggapi serangan tersebut di Banda Aceh, Minggu (1/3/2026). 

Di samping itu, Tgk Faisal juga menyerukan kepada pemimpin negara-negara muslim untuk membantu Teheran yang menghadapi agresi Yahudi.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei sebagai akibat serangan Israel-Amerika pada Sabtu (28/2/2026).

Menanggapi serangan tersebut, MUI mengeluarkan tausiah yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar bersama Sekretaris Jenderal Buya Amirsyah Tambunan.

Dalam tausiah tersebut, MUI menyampaikan bahwa lembaga ini mengutuk serangan Israel yang didukung oleh Amerika Serikat karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan pembukaan UUD 1945 yaitu “...ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.”

Baca juga: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Tewas dalam Serangan Udara Gabungan Israel-AS

“MUI memahami bahwa serangan Iran ke negara teluk adalah sebuah pembalasan atas serangan Amerika dan Israel yang sasarannya adalah pangkalan militer.

Serangan balasan Iran ini dibenarkan dan dilindungi oleh hukum internasional,” bunyi tausiah MUI tersebut.

Untuk menghindari ekskalasi yang lebih luas, maka Amerika dan Israel harus menghentikan serangan ke Iran karena serangan ini bertentangan dengan Pasal 2 (4) Deklarasi Umum PBB.

Deklarasi itu menyebutkan bahwa semua negara anggota wajib menahan diri dalam hubungan internasional mereka dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara mana pun, atau dengan cara lain yang tidak sesuai dengan tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut MUI, serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, yang kemudian telah dibalas oleh Iran, merupakan eskalasi serius yang berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam konflik terbuka yang lebih luas.

Situasi ini tidak boleh dipandang sebagai insiden terpisah, melainkan bagian dari konfi gurasi geopolitik yang lebih besar.

Ini adalah tugas dan tanggung jawab semua negara untuk mewujudkan perdamaian agar dapat melakukan perlindungan maksimal terhadap warga sipil.

“Motif strategis di balik serangan ini patut diduga sebagai upaya sistematis melemahkan posisi strategis Iran di kawasan Timur Tengah, sekaligus membatasi dukungan Iran terhadap perjuangan untuk kemerdekaan Palestina,” tulis MUI.

Baca juga: Imam Ali Khamenei Syahid, IRGC Siap Balas Dendam Serangan AS-Israel 

Dalam konteks konflik Israel–Palestina, MUI mendorong berbagai negara untuk menjadi juru damai guna menghentikan serangan militer yang berpotensi menjadi instrumen tekanan politik guna mengamankan dominasi regional Israel atas Palestina.

“Amerika Serikat, yang tengah memainkan peran sentral dalam pengelolaan konflik Palestina melalui BoP, menghadapi pertanyaan besar, yaitu apakah strategi tersebut sungguh diarahkan untuk perdamaian yang adil atau justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengubur kemerdekaan Palestina?”

Untuk itu, MUI mendesak Pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina.

Karena yang terjadi justru sebaliknya Donald Trump melakukan serangan bersama Israel terhadap Iran dan memicu perang regional yang melibatkan berbagai kekuatan, baik secara langsung maupun melalui proksi.

Di sisi lain, MUI mengajak umat Islam di berbagai belahan dunia agar terus melakukan ‘qunut nazilah’ secara sungguh-sungguh berdoa dalam shalat untuk memohon pertolongan dan perlindungan Allah Swt terhadap umat muslim yang sedang mengalami kesulitan, penindasan, atau musibah di berbagai belahan dunia. 

MPU Aceh dan MUI sama-sama mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta Organisasi Konferensi Islam (OKI) agar mengambil langkah konkret dan maksimal untuk menghentikan eskalasi perang serta memastikan penghormatan terhadap hukum internasional.

MUI menegaskan bahwa perang hanya akan membawa dampak buruk secara global, baik dari sisi kemanusiaan, politik, maupun stabilitas kawasan.

Baca juga: Israel Luncurkan Serangan Rudal ke Teheran, Ledakan Besar Guncang Ibu Kota Iran

Baca juga: IRGC Klaim Rudal-Rudal Balistik Iran Hantam Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln 

Baca juga: Nekat Curi Motor Demi Modal Nikah, Sepasang Kekasih di Tanjungbalai Diringkus Polisi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.