438 Jemaah Umrah Lampung Masih di Tanah Suci, Kanwil Kemenhaj Imbau Pihak Travel
Robertus Didik Budiawan Cahyono March 02, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Lampung mencatat sebanyak 438 jemaah umrah asal Lampung saat ini masih berada di Tanah Suci, Senin (2/3/2026) saat konflik di Timur Tengah memanas.

Kepala Kanwil Kemenhaj Lampung, M. Ansori F. Citra mengungkapkan bahwa jumlah tersebut merupakan data yang masuk hingga akhir Februari 2026 dari belasan travel umrah.

"Hingga akhir Februari tercatat ada 438 jemaah. Ini data dari 14 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau travel umrah yang sudah melapor ke kami," ujar Ansori saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).

Ansori menegaskan, bahwa kondisi ratusan jemaah tersebut dalam keadaan aman dan tetap menjalankan ibadah sebagaimana mestinya tanpa ada laporan kendala yang berarti.

Ia membantah isu adanya jemaah yang tertahan akibat situasi politik di Timur Tengah, mengingat proses kepulangan sebagian jemaah masih berlangsung hingga hari ini.

Baca juga: 15 Jemaah Umrah asal Pringsewu Masih di Tanah Suci, Dijadwalkan Pulang 5 Maret

"Kalau dibilang tertahan, enggak ada laporan. Karena mereka memang masih umrah. Kalau tertahan itu artinya ketika sudah selesai mau pulang tapi enggak bisa, sejauh ini Insya Allah belum ada," tegasnya.

Meski demikian, pihaknya terus memantau pergerakan data dari travel umrah lainnya, terutama bagi jemaah yang baru akan berangkat maupun yang sedang berada di Arab Saudi.

"Kami masih menunggu data dari travel lainnya, termasuk yang sudah ada di sana atau yang akan memberangkatkan dalam waktu dekat," lanjut Ansori.

Terkait kebijakan pusat, Ansori menyebutkan hingga kini belum ada surat resmi mengenai larangan keberangkatan. Namun imbauan kewaspadaan terus ditekankan.

Pihak Kanwil mengimbau para travel umrah untuk mempertimbangkan opsi penjadwalan ulang (reschedule) bagi jemaah yang berencana berangkat di pertengahan hingga akhir Ramadan.

"Kami menghimbau kepada travel umrah, kalaupun masih bisa ditunda atau di-reschedule, sebaiknya ditunda saja untuk jaga-jaga antisipasi keamanan sekaligus kenyamanan," jelasnya.

Ansori menjelaskan, meski Arab Saudi bukan daerah konflik, namun eskalasi yang memanas dapat berdampak pada jalur penerbangan internasional dan memicu rasa was-was keluarga.

"Khawatirnya ada penundaan karena terkait keamanan penerbangan. Lagi memanas begini takutnya perjalanan ditunda saat menuju Jeddah atau Madinah, maupun saat hendak pulang," tambahnya.

Ia pun meminta penyelenggara umrah untuk melakukan mitigasi risiko dan terus menjalin koordinasi intensif dengan petugas pemerintah Indonesia yang berada di Arab Saudi.

"Bagi jemaah dan keluarga jangan panik. Penyelenggara tetap berkoordinasi dengan petugas di Arab Saudi, konsulat, maupun dengan kami di kementerian," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.