TRIBUNJAKARTA.COM - Memasuki hari ke-12 Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Senin, 2 Maret 2026, umat Muslim kembali menantikan momen berbuka puasa.
Momen berbuka puasa dinantikan setelah seharian menahan lapar, dahaga, serta hawa nafsu.
Waktu berbuka menjadi saat yang istimewa, bukan hanya karena berakhirnya ibadah puasa hari itu, tetapi juga karena termasuk waktu mustajab untuk berdoa.
Menjelang azan Magrib berkumandang, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa.
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa doa orang yang berpuasa saat berbuka tidak akan tertolak.
Karena itu, selain menyiapkan hidangan berbuka, penting juga untuk mempersiapkan hati dan lisan dengan membaca doa agar pahala semakin bertambah dan ibadah Ramadan semakin sempurna.
Berikut jadwal buka puasa hari ke-12 Ramadan, Senin 2 Maret 2026, lengkap dengan doa yang dapat diamalkan agar keberkahan dan pahala puasa semakin meningkat dilansir dari Tribunnews.com bersumber dari Bimas Islam Kementerian Agama RI :
| Tanggal | Imsak | Subuh | Zuhur | Ashar | Magrib | Isya |
| Senin, 2 Maret | 04.33 | 04.43 | 12.08 | 15.11 | 18.14 | 19.24 |
| Selasa, 3 Maret | 04.33 | 04.43 | 12.08 | 15.10 | 18.14 | 19.23 |
| Rabu, 4 Maret | 04.33 | 04.43 | 12.08 | 15.09 | 18.14 | 19.23 |
| Kamis, 5 Maret | 04.33 | 04.43 | 12.08 | 15.08 | 18.13 | 19.22 |
| Jumat, 6 Maret | 04.33 | 04.43 | 12.07 | 15.08 | 18.13 | 19.22 |
| Sabtu, 7 Maret | 04.33 | 04.43 | 12.07 | 15.09 | 18.12 | 19.21 |
| Minggu, 8 Maret | 04.33 | 04.43 | 12.07 | 15.09 | 18.12 | 19.21 |
| Senin, 9 Maret | 04.33 | 04.43 | 12.07 | 15.10 | 18.12 | 19.20 |
| Selasa, 10 Maret | 04.33 | 04.43 | 12.06 | 15.10 | 18.11 | 19.20 |
| Rabu, 11 Maret | 04.33 | 04.43 | 12.06 | 15.10 | 18.11 | 19.19 |
| Kamis, 12 Maret | 04.33 | 04.43 | 12.06 | 15.11 | 18.10 | 19.19 |
| Jumat, 13 Maret | 04.33 | 04.43 | 12.06 | 15.11 | 18.10 | 19.18 |
| Sabtu, 14 Maret | 04.33 | 04.43 | 12.05 | 15.11 | 18.09 | 19.18 |
| Minggu, 15 Maret | 04.33 | 04.43 | 12.05 | 15.12 | 18.09 | 19.17 |
| Senin, 16 Maret | 04.33 | 04.43 | 12.05 | 15.12 | 18.09 | 19.17 |
| Selasa, 17 Maret | 04.32 | 04.42 | 12.05 | 15.12 | 18.08 | 19.16 |
| Rabu, 18 Maret | 04.32 | 04.42 | 12.04 | 15.12 | 18.08 | 19.16 |
| Kamis, 19 Maret | 04.32 | 04.42 | 12.04 | 15.13 | 18.07 | 19.16 |
| Jumat, 20 Maret | 04.32 | 04.42 | 12.04 | 15.13 | 18.07 | 19.16 |
Menurut pemahaman dari Kitab "Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah", tentang keutamaan bulan Ramadhan yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.
Keutamaan Puasa hari ke-12 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT menjadikan hambanya keimanan yang dapat merubah keburukan-keburukan menjadi kebaikan-kebaikan yang berlipat-ganda.
Selain itu Allah SWT akan mencatat bagi kalian setiap kebaikan seribu kebaikan.
Orang yang menunaikan puasa hari ke-12 Ramadhan 1447 H, maka ketika kiamat datang, wajahnya seperti bulan purnama.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Thib Raya dalam taushiyahnya menjelaskan tentang sabda Rasulullah SAW ketika umat Islam memasuki bulan Ramadhan 1447 H.
Apabila fajar telah terbit, Jibril menyeru kepada semua malaikat, kembalila, kembalilah. Lalu para malaikat itu bertanya: “Wahai Jibril, apa yang telah dilakukan oleh Allah untuk memenuhi hajat/ kebutuhan orang-orang beriman dari umat Muhammad saw?
Lalu Jibril menjawab: “Pada ini Allah memperhatikan orang-orang yang beriman, lalu Allah memaafkan mereka, mengampuni mereka, kecuali empat orang.
Lalu ada sahabat yang bertanya kepada Rasulullah, siapa mereka yang empat itu? Nabi menjawab: “peminum khamar, orang yang berdosa kepada kedua orang tuanya, orang yang meutuskan hubungan silaturrahim, dan orang yang bermusuhan."
“Hadis riwayat al-Baihaqi, yang bersumber dari Abdullah Ibn Abbas r.a. Hadis itu cukup panjang, dan isi-isi dari hadis itu sebagai berikut: Rasulullah menyatakan bahwa sesungguhnya surga sungguh-sungguh mempercantik dan menghiasi diri dari tahun ke tahun karena datangnya bulan Ramadhan,” ucap Ahmad Thib Raya, dikutip dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Jakarta, Senin (2/3/2026).
"Apabila hari pertama bulan Ramadhan telah datang, lalu Allah memerintahkan kepada Ridwan, penjaga surga untuk membuka pintu surga bagi umat Nabi Muhammad yang berpuasa, memerintahkan kepada Malik, penjaga neraka untuk menutup pintu neraka bagi umat Nabi Muhammad yang berpuasa.," lanjutnya.
Bacaan Doa Hari ke-12 Ramadhan 1447 H
اللَّهُمَّ زَيْنِي فِيْهِ بِالسِّتْرِ وَ الْعَفَافِ وَاسْتُرْنِي فِيْهِ بِلِبَاسِ الْقُنُوعِ وَالْكَفَافِ وَاحْمِلْنِي فِيْهِ عَلَى الْعَدْلِ وَالْإِنْصَافِ وَ آمِنِيْ فِيْهِ مِنْ كُلِّ مَا أَخَافُ بِعِصْمَتِكَ يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِينَ
Latin:
Allâhumma zayyinî fihi bissitri wal 'afâf wasturnî fihi bilibâsil qunû'i wal kafâf wahmilnî fihi 'alal 'adli wal inshâf wa Wa âminnî fihi min kulli mâ akhâfu bi'ismatika ya 'ismatal khâifin
Artinya: "Ya Allah, mohon hiasilah aku di bulan ini dengan penutup aib dan kesucian. Tutupilah diriku dengan pakaian kecukupan dan kerelaan diri. Tuntunlah aku untuk senantiasa bersikap adil dan taat. Selamatkanlah aku dari segala sesuatu yang aku takuti. Dengan Perlindungan-MU, Wahai tempat bernaung bagi mereka yang ketakutan."
Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin:
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.
Keutamaan doa selama Ramadan tidak terbatas pada malam pertama saja. Hadits Nabi SAW sendiri menekankan pentingnya doa dan ibadah sepanjang bulan.
Berdoa dengan penuh keyakinan dan harapan kepada Allah akan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Allah Maha Pendengar bagi hamba yang memohon dengan hati yang tulus.
Sebagaimana hadits menyatakan bahwa siapa pun yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan keyakinan akan pahala dari Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.
Hadits ini menunjukkan bahwa Ramadan adalah waktu tepat untuk memohon ampunan, memperbaiki diri, dan menata kembali kehidupan spiritual.
Rasulullah SAW juga menganjurkan memperbanyak doa sepanjang Ramadan.
Dalam hadis sahih disebutkan bahwa siapa yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Hadis ini menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk bermunajat dan memperbanyak istigfar.
Baca juga: Jadwal Imsak Jakarta, Senin 23 Februari 2025: Jangan Terlewat, Ini 5 Amalan Agar Puasa Lebih Berkah
Baca juga: Masih Bolehkah Makan dan Minum Setelah Imsak? Begini Hukumnya Menurut Ustaz
Baca juga: Hukum Melakukan Mandi Wajib Setelah Imsak, Apakah Puasanya Sah? Begini Kata Ustaz