selalu.id - Masjid Agung Al Fattah yang berdiri megah di tengah Kota Mojokerto memiliki sejarah dan ornamen atau arsitektur majapahit serta timur tengah. Masjid bersejarah ini sudah berdiri 148 tahun.
Sekretaris Takmir Masjid Agung Al Fattah, Ismail mengatakan, masjid tertua di Mojokerto ini sudah berdiri sejak tahun 1877 pada masa Bupati Mojokerto pertama yakni Raden Adipati Kromodjojo Adinegoro III atau Raden Ersadan.
"Masjid Agung Al Fattah ini dulu bernama Masjid Jami. Pendirian itu dulu di masa Bupati Mojokerto pertama Raden Adipati Kromodjojo Adinegoro III atau Raden Ersadan pada tahun 1877," terang Ismail, Senin (2/3/2026).
Ia menambahkan, masjid tertua di Mojokerto yang berada di Lingkungan Kauman, Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto atau tepatnya di depan Alun-alun Kota Onde-onde.
"Terkenal masjid tertua di Mojokerto dan saat ini bisa menampung 5.500 jamaah sampai saat ini sejak ada perluasan. Untuk kegiatan Masjid Agung Al Fattah ini mulai dari pengajian jamaah, majelis taklim, pengajian rutin atau reboan yang sudah dari awal dilakukan oleh almarhum Kiai Mudakkir Makruf," kata Ismail.

Menurutnya, dari awal pendirian yang dulunya bernama Masjid Jami hingga saat ini bernama Masjid Agung Al Fattah. Tiang pondasi utama masih terpasang kokoh di pilar utama.
"Ketika awal pembangunan sampai rehab renovasi saat ini ada yang menjadi bukti bahwasanya masjid ini menjadi masjid yang tertua yaitu tiang soko (pondasi atau penyangga) yang ada di tengah bangunan masjid yang sudah direnovasi," jelas Ismail.
Untuk arsitektur atau ornamen majapahit dan Timur Tengah. Bangunan utamanya meniru gaya Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.
"Arsitekturnya adalah majapahit dikombinasi dengan arsitektur Timur Tengah, sehingga arsitektur majapahitnya akan terlihat pada ukiran yang ada yang sekiranya menampakkan majapahit, dan ada modifikasi dari khas timur tengah yang ada di Masjid Nabawi, Madinah. Pintu pintunya agak persis dengan pintu gerbang masjid yang ada di Madinah," tandas Ismail.