PSI Surati Gubernur Pramono Anung, Desak Penghentian Proyek Dua Krematorium di Kalideres
Wahyu Septiana March 02, 2026 06:08 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES – Polemik pembangunan dua krematorium di wilayah Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, yang ditolak warga karena berada di kawasan padat penduduk hingga kini belum juga rampung.

Menindaklanjuti keresahan masyarakat, Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta yang juga Anggota Komisi A, William Aditya Sarana, resmi melayangkan surat kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. 

Dalam surat tersebut, ia meminta agar proyek pembangunan dua krematorium tersebut segera dihentikan.

“Kami sudah menyampaikan surat kepada Mas Pram agar pembangunan dua krematorium di Kalideres itu dihentikan. Ini bagian dari tugas kami sebagai wakil rakyat, karena warga semakin resah dan sampai sekarang persoalan ini belum ada kejelasan,” kata William, Senin (2/3/2026). 

Surat bernomor 040/DPRD/F-PSI/B/II/2026 tertanggal 25 Februari 2026 itu berisi tindak lanjut atas aduan masyarakat terkait proyek krematorium di Kalideres. 

Dokumen tersebut disebut telah diterima oleh Biro Kepala Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta.

William menilai situasi kian mendesak lantaran aktivitas proyek disebut masih berlangsung, meski sebelumnya Wali Kota Jakarta Barat telah menginstruksikan penghentian sementara.

“Kami melihat ada indikasi kurangnya itikad baik dari pihak pengembang untuk menyelesaikan persoalan dengan warga. Walaupun sudah ada perintah penghentian, faktanya alat berat masih terlihat beroperasi di lokasi,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa ketentuan terkait lokasi krematorium telah diatur secara tegas dalam Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2007. 

Dalam beleid tersebut disebutkan bahwa lokasi pembakaran jenazah tidak diperbolehkan berada di kawasan padat penduduk.

“Aturannya jelas. Dalam Perda Nomor 3 Tahun 2007 disebutkan bahwa penetapan lokasi krematorium tidak boleh berada di wilayah yang padat penduduk. Jadi ini bukan tanpa dasar,” tegasnya.

Karena itu, William mendesak Pemprov DKI Jakarta segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan proyek tersebut.

“Kami meminta Pemprov DKI segera turun tangan. Jangan sampai tata kota makin semrawut dan warga semakin terdampak karena kawasan menjadi bertambah padat,” pungkasnya.

Berita Lainnya

  • Baca juga: Diprotes Warga, Pemprov DKI Minta Pembangunan Krematorium di Jakbar Ditunda Meski Kantongi Izin
  • Baca juga: Try Sutrisno Dimakamkan di TMP Kalibata, Berdekatan dengan Pusara Ani Yudhoyono
  • Baca juga: Jenazah Try Sutrisno Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata, Prabowo Jadi Inspektur Upacara
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.